Google Kasih Peringatan Bahaya, Nasib Pengguna di Ujung Tanduk
Jakarta, CNBC Indonesia - Regulator Uni Eropa mendesak Google untuk membagikan data pencarian di mesin pencari kepada para pesaing seperti OpenAI. Alasannya untuk mewujudkan iklim kompetisi yang lebih adil dan menghindari praktik monopoli.
Namun, regulasi ini digadang-gadang bisa membawa bahaya besar. Para ilmuwan kawakan Google memperingatkan aturan tersebut berisiko membocorkan informasi-informasi pribadi pengguna.
Komisi Eropa yang selama ini bertindak sebagai penegak hukum kompetisi di Uni Eropa, sudah bertahun-tahun menargetkan para raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS). Mereka mendesak platform-platform besar untuk memastikan para pengguna memiliki banyak pilihan.
Salah satu caranya adalah membasmi praktik monopoli. Platform-platform kecil harus diberikan kesempatan untuk bersaing, sehingga semua penyedia layanan berupaya untuk terus memberikan kualitas terbaik bagi pengguna.
Sergei Vassilvitskii yang merupakan ilmuwan Google sejak 2012, akan bertemu dengan petugas anti-monopoli Uni Eropa pada Rabu (6/5) waktu setempat, untuk mengungkapkan kekhawatiran terhadap proposal penegak hukum. Ia akan meminta pendekatan yang lebih luas dengan pagar pengamanan yang lebih baik.
Usulan Uni Eropa, yang akan difinalisasi dalam beberapa minggu mendatang setelah menerima masukan dari pihak-pihak terkait, telah memicu respons keras dari Google. Raksasa Mountain View itu menyebut regulator campur tangan secara berlebihan dan dapat membahayakan keamanan privasi pengguna.
Masalahnya, metode yang diusulkan Komisi Eropa untuk memastikan data pribadi yang dianonimkan, kata Vassilvitskii, menggarisbawahi kekhawatiran bahwa ini mungkin tidak cukup kuat untuk mencegah alat AI modern menyaring data untuk mengidentifikasi orang.
"Kami prihatin karena pendekatan Komisi Eropa terhadap anonimisasi gagal melindungi privasi warga Eropa: tim merah kami berhasil mengidentifikasi kembali pengguna dalam waktu kurang dari dua jam," katanya dalam komentar tertulis eksklusif kepada Reuters, dikutip Rabu (6/5/2026).
Tim merah AI Google adalah sekelompok peretas yang mensimulasikan berbagai aktivitas musuh yang realistis untuk menyoroti potensi kerentanan dan kelemahan, serta menemukan solusi.
"Kami ingin berbagi keahlian teknis kami dan bekerja sama dengan Komisi Eropa untuk menetapkan pengamanan yang tepat dan melindungi warga Eropa dari kerugian privasi," kata Vassilvitskii.
Regulator akan memutuskan pada 27 Juli 2026 tentang langkah-langkah pasti yang harus diterapkan Google. Kegagalan untuk melakukannya dapat menyebabkan perusahaan tersebut didakwa melanggar Undang-Undang Pasar Digital (Digital Market Acts/DMA) yang bertujuan untuk mengekang kekuasaan perusahaan teknologi besar dan dihukum dengan denda yang bisa mencapai 10% dari pendapatan tahunan globalnya.
(fab/fab) Add
source on Google