Jakarta, CNBC Indonesia - Samsung kembali menghadirkan seri HP kelas menengah (mid-range) yang setiap tahunnya selalu ditunggu-tunggu, yakni Galaxy A57 5G. Ponsel ini resmi meluncur pada 7 April 2026 di Indonesia dan sudah tersedia di pasaran.
Seperti generasi sebelumnya, lini ini memang punya basis pengguna yang kuat. Kesuksesan generasi pendahulunya menjadi fondasi penting untuk keberlanjutan seri ini. Pertanyaannya, apakah Galaxy A57 mampu mempertahankan reputasi tersebut?
Dari sisi harga, Samsung terlihat lebih agresif. Perangkat ini dibanderol di kisaran di atas Rp7 juta, angka yang tergolong tinggi untuk kategori mid-range. Harganya lebih mahal dari Galaxy A56 saat dirilis tahun sebelumnya. Berikut perbandingannya:
8GB+128GB: Rp7.599.000 (berbanding Rp6.199.000 pada Samsung Galaxy A56).
Dari segi desain, Galaxy A57 membawa sejumlah penyegaran. Dimensinya dibuat lebih ringkas, bodi lebih tipis, serta bobot lebih ringan dibandingkan A56. Perangkat ini memiliki ketebalan hanya 6,9 mm dengan bobot 179 gram, 0,5 mm lebih tipis dan 19 gram lebih ringan dibandingkan pendahulunya.
Saat kami memegang Galaxy A57 untuk pertama kalinya, hal yang langsung menonjol adalah betapa ringannya ponsel ini. Meskipun terdengar sederhana, tetapi cukup meningkatkan pengalaman penggunaan sehari-hari, sebab lebih nyaman digenggam.
Grip terasa stabil saat digunakan satu tangan, baik untuk merekam konten, hingga aktivitas harian. Kami merasakan kesan premium dari segi desain dengan finishing yang terasa solid.
Perubahan juga terlihat pada detail desain kamera belakang, meski hanya pada bingkai. Sementara susunan kameranya masih mempertahankan pendekatan sebelumnya.
Pada sektor layar, Samsung tetap mempertahankan karakter visual yang sudah kuat, namun dengan sentuhan peningkatan di panel.
Galaxy A57 memang masih menggunakan layar 6,7 inci Super AMOLED Plus dengan refresh rate 120Hz. Kendati demikian, bezel-nya makin tipis dengan ukuran 1,5 mm pada bagian atas dan samping, berkurang sebesar 0,7 mm di bagian atas dan 0,5 mm di sisi.
Bezelnya yang makin ramping memberikan tampilan yang lebih modern dibanding Galaxy A56. Meski demikian, dari sisi kualitas visual, warna vivid dan kontras tinggi, tidak mengalami perubahan, namun tetap berada di level yang solid untuk konsumsi multimedia.
Peningkatan yang lebih signifikan justru datang dari sertifikasi ketahanan air dan debu, yang kini naik dari IP67 menjadi IP68, mirip dengan seri-seri flagship. Artinya, perangkat ini lebih tangguh, bisa terendam air lebih lama dibanding pendahulunya. Sementara bagian depannya dilindungi Gorilla Glass.
Menurut kami secara tampilan, Samsung tampak fokus pada penyempurnaan, dari segi desain dibuat lebih ergonomis, ketahanan lebih baik, dan tampilan lebih modern.
Samsung Galaxy A57 hadir dengan One UI 8.5 (Android 16). Meskipun performanya kini jauh lebih mendekati ponsel flagship dibandingkan model sebelumnya, Samsung tidak melakukan banyak perubahan di sisi perangkat lunak, terutama dalam hal fitur AI.
Perangkat ini masih menawarkan Advanced Intelligence, yaitu kumpulan fitur yang sekilas terdengar seperti AI. Salah satu fitur unggulannya yaitu fitur Voice Transcription. Fitur ini dapat merekam audio, mengubah suara menjadi teks, serta menerjemahkannya ke berbagai bahasa dalam hitungan detik.
Kami menjajalnya dalam bahasa Korea yang lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Tapi ketika awal menggunakannya, kami perlu mengunduh dulu 'paket' bahasa Korea yang membutuhkan beberapa menit. Lalu akan muncul transkrip dalam bahasa Korea, dan jika ingin menerjemahkannya, bisa klik lagi simbol Google Translate yang ada di kanan atas.
Fitur 'Object Eraser' yang sudah lumrah di HP kelas menengah juga tersedia di Galaxy A57. Fitur ini membantu saat ingin menghapus objek mengganggu pada foto. Hanya sekali klik, AI di Galaxy A57 akan mengenali objek dan otomatis bisa dihapus. Pengguna juga bisa melingkari sendiri objek-objek tertentu yang ingin dihilangkan.
Dan masih banyak fitur bawaan Awesome Intelligence yang meningkatkan pengalaman hiburan dan produktivitas pengguna. Salah satunya fitur 'Circle to Search'. Pencarian informasi jadi lebih gampang hanya dengan melingkari objek visual di layar HP. Lalu akan muncul informasi dari barang tersebut, seperti merek, tipe, dan harga.
Untuk kebutuhan video, Galaxy A57 juga dilengkapi fitur Auto Trim. Fitur ini dapat memotong video secara otomatis menjadi klip yang lebih ringkas
Samsung juga menyematkan berbagai opsi asisten AI dalam perangkat ini. Pengguna bisa memanfaatkan Gemini untuk eksplorasi konten, Bixby untuk pengaturan perangkat dan ekosistem Samsung, serta Perplexity untuk pencarian informasi yang lebih mendalam.
Asisten AI pun dapat terintegrasi dengan aplikasi ponsel lainnya, memberikan kemudahan beraktivitas melalui Seamless Action Across Apps di Galaxy A57 5G. Pengguna bisa langsung memberikan perintah kepada Gemini untuk membuatkan jadwal harian, lalu jadwal ini langsung disimpan di kalender secara otomatis. Jadi, tidak perlu lagi membuka satu per satu aplikasi untuk mengintegrasikan kebutuhan pengguna, semuanya bisa dilakukan dalam satu perintah.
Berikut caranya > buka aplikasi Gemini > masukkan prompt seperti "Buatkan jadwal meeting tanggal 7 Mei pukul 10.00-11.00 WIB". Pengguna juga menambahkan prompt tambahan seperti "buatkan alarm pengingat" atau "buatkan jadwal meeting setiap hari tertentu" sesuai kebutuhan > dan Gemini akan membantu memasukkan jadwal tersebut ke dalam kalender.
Berkat OneUI 8.5, pengguna bisa langsung membuat kolase dan GIF lewat Galeri, tanpa harus men-download aplikasi tambahan. OneUI 8.5 juga memberikan kebebasan lebih untuk mengubah tampilan HP sesuai selera, seperti membuat Widget yang terpersonalisasi.
Samsung berkomitmen memberikan pembaruan software di Galaxy A57 hingga 6 tahun. Jadi, pengguna bisa tetap menikmati fitur-fitur paling baru dengan keamanan yang terjaga dalam waktu lama.
Kamera Low Light Makin Terang
Di atas kertas, Galaxy A57 menyajikan triple-camera dengan hardware mirip dengan Galaxy A56. Ponsel ini membawa kamera utama 50MP dengan aperture f/1.8, kamera ultrawide 12MP, dan kamera makro 5MP.
Namun, untuk penjepretan dan perekaman malam hari, Galaxy A57 sudah punya fitur 'Nightography' yang membantu pengambilan gambar di kondisi low light tetap terang dengan noise minimal.
Sementara ketika digunakan untuk memotret di siang hari atau dalam keadaan cahaya alami melimpah, foto yang dihasilkan memiliki warna yang akurat dan natural. Menurut pengalaman kami, autofokus di kamera Galaxy A57 juga sudah lebih baik. Saat menjepret objek yang bergerak cepat, penguncian fokus objek cukup memuaskan.
Untuk kemampuan zoom, Galaxy A56 menyediakan opsi pembesaran hingga 10x. Namun, hasil terbaik bisa didapatkan pada zoom 2x dan 4x. Kamera depan tetap sama seperti A56, yakni dengan sensor 12MP, yang menghasilkan foto selfie detail yang bagus sekalipun di dalam ruangan.
Dari sisi dapur pacu, perangkat ini ditenagai chipset Exynos 1680 berbasis fabrikasi 4 nm yang dipadukan GPU Xclipse 550 berbasis AMD RDNA. Peningkatan terlihat pada CPU, GPU, serta NPU untuk mendukung pemrosesan AI yang lebih responsif.
Kebetulan unit yang kami jajal adalah varian RAM 8GB dan memori 128GB. Konfigurasi ini menempatkannya sebagai perangkat yang cukup mumpuni untuk kebutuhan multitasking hingga penggunaan sehari-hari seperti, penjajalan fitur AI, browsing, edit video, lancar tanpa gangguan. Sistem pendingin vapor chamber juga dibuat 13% lebih besar guna menjaga suhu tetap stabil saat gaming atau perekaman video.
Kami juga melakukan pengujian dibeberapa situs benchmark seperti AnTuTu, hasilnya menembus angka kisaran 1.314.789. Beberapa pengujian lain juga kami lakukan dan memberikan skor yang sesuai.
Fitur konektivitas pada ponsel ini juga mengikuti tren terbaru. Selain dukungan dual nano SIM, perangkat ini sudah mengadopsi eSIM serta jaringan 5G, memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna yang mulai beralih ke ekosistem digital tanpa kartu fisik.
Di atas kertas, baterai Galaxy A57 masih mempertahankan kapasitas 5.000 mAh. Pun dengan pengisian daya cepatnya yang masih sama dari seri sebelumnya yakni Super Fast Charging 45W. Dalam pengalaman kami, ketika baterai dalam keadaan 1%, ponsel terisi hingga 50% dalam 25 menit, dan 95% dalam waktu satu jam.
Kesimpulan CNBC Indonesia
Jika pada pendahulunya ponsel seri A ini bisa dibilang HP Rp 6 jutaan, Galaxy A57 sudah tak bisa disebut demikian lagi. Sebab dari segi harga jelas ada kenaikan yang signifikan dibandingkan Galaxy A56.
Namun, seri Galaxy A tetap menjadi salah satu HP mid-range yang paling ditunggu-tunggu, sebab teknologi dan desainnya superior di kisaran ponsel harga Rp 7 jutaan.
Menurut pengalaman kami selama menjajalnya, ada kesan flagship dari segi desain ketika menggunakan HP ini. Layarnya jauh lebih lega karena bezelnya yang makin tipis dan sentuhan peningkatan di panel.
Sementara di sektor fotografi, hanya ada sedikit peningkatan untuk penjepretan malam hari. Kami cukup puas dengan fitur Nightography yang menghasilkan gambar lebih jernih dan apik dari seri sebelumnya. Selebihnya kurang lebih sama dengan Galaxy A56.
Ponsel ini cocok bagi pengguna HP entry-level yang ingin naik kelas ke mid-range. Di kelasnya, bisa dibilang Galaxy A57 cukup memimpin. Anda bisa mencicipi desain yang lebih tipis dan ergonomis, layar lebih lega dan bezel tipis, serta fitur-fitur Awesome Intelligence yang cukup lengkap di HP ini.
Sebab menurut kami, keunggulan Galaxy A57 terletak pada fitur 'Awesome Intelligence' dan OneUI 8.5 yang ditawarkan. Fitur-fitur tersebut sangt fungsional untuk penggunaan sehari-hari. Selain itu, komitmen pembaruan software 6 tahun juga jadi nilai plus HP ini.
Tabel Spesifikasi Samsung Galaxy A57
Fitur
Spesifikasi
Layar
6.7 inci, Super AMOLED, 120Hz, 1080 x 2340 pixels, HDR10+