Penyebab Orang Pikun Terungkap! Ilmuwan Temukan Cara Pulihkan Memori

Redaksi,  CNBC Indonesia
02 May 2026 06:30
Ilustrasi Lansia (Mayapada Hospital)
Foto: Ilustrasi Lansia (Mayapada Hospital)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penurunan daya ingat atau pikun kerap dialami seiring bertambahnya usia. Namun, penelitian terbaru mengungkap bahwa penyebabnya bukan sekadar faktor usia, melainkan perubahan spesifik di tingkat molekuler dalam otak.

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Virginia Tech menemukan bahwa hilangnya memori berkaitan dengan proses molekuler tertentu yang bisa ditargetkan untuk terapi di masa depan.

"Penelitian ini menunjukkan penurunan ingatan terkait dengan perubahan molekuler spesifik yang bisa dipelajari dan ditargetkan," ujar Timothy Jarome, profesor madya di Fakultas Ilmu Hewan, Pertanian dan Ilmu Hayati, dikutip dari ScienceDaily, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, memahami pemicu di tingkat molekuler dapat membuka jalan untuk mengetahui penyebab demensia serta mengembangkan pendekatan pengobatan baru.

Penelitian ini menyoroti proses molekuler bernama poliubikuitinasi K63, yang berperan mengatur perilaku protein dalam sel otak.

Jika proses ini berjalan normal, neuron dapat berkomunikasi dengan baik dan memori dapat terbentuk secara optimal

Namun saat penuaan, di hipokampus (pusat memori), aktivitas meningkat, tapi di amigdala (memori emosional), aktivitas justru menurun. Perubahan ini diduga menjadi salah satu penyebab utama gangguan memori

Para peneliti menggunakan teknologi penyuntingan gen seperti CRISPR untuk mengatur ulang proses tersebut.

Hasilnya, penyesuaian di kedua area otak mampu meningkatkan kinerja memori dan fungsi ingatan menunjukkan perbaikan signifikan.

Dalam studi lain, tim juga meneliti gen IGF2, yang berfungsi dalam pembentukan memori. Gen ini mengalami penurunan fungsi akibat proses metilasi DNA (penambahan penanda kimia yang menonaktifkan gen).

Dengan teknik CRISPR-dCas9, peneliti berhasil mengaktifkan kembali gen tersebut dan meningkatkan memori secara signifikan pada tikus berusia tua.

Peneliti menekankan bahwa intervensi harus dilakukan pada waktu yang tepat. Pada subjek paruh baya yang belum mengalami gangguan memori, efeknya tidak signifikan.

"Ketika gen diaktifkan kembali, performa memori meningkat. Namun waktu intervensi sangat penting-harus dilakukan saat penurunan mulai terjadi," jelas Jarome.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Penyebab Orang Tua Pikun, Ilmuwan Temukan Cara Mengatasinya


Most Popular
Features