Jelang Haji 2026, WiFi di Makkah dan Madinah Disorot

Intan Rakhmayanti, CNBC Indonesia
Rabu, 29/04/2026 10:55 WIB
Foto: Jemaah haji melaksanakan tawaf ifadah di dekat Ka'Bah, Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (1/7/2023). (AP Photo/Amr Nabil)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kualitas WiFi hotel di Makkah dan Madinah menjadi salah satu hal penting bagi jemaah menjelang musim Haji 2026. Lonjakan jutaan jemaah yang diperkirakan tiba mulai Mei 2026 membuat kebutuhan internet berkecepatan tinggi di hotel meningkat drastis.

Namun, data terbaru dari Ookla menunjukkan kesenjangan performa jaringan antarhotel masih besar. Berdasarkan laporan berjudul 'Ready for Hajj 2026? Wi-Fi Preparedness of Luxury Hotels in Mecca and Medina', hanya sebagian kecil hotel mewah di dua kota suci tersebut yang mampu menyediakan WiFi sangat cepat.

Dari 16 hotel yang ditinjau hingga Februari 2026, hanya tiga properti yang mencatat kecepatan unduh median di atas 100 Mbps.


Swissôtel Makkah dan Fairmont Hotel menjadi yang tercepat dengan kecepatan masing-masing 152,17 Mbps dan 148,87 Mbps. Serta Swissôtel Al Maqam dengan 124,47 Mbps yang berada di posisi ketiga.

Sementara hotel lain menunjukkan performa berjenjang, mulai dari kategori tinggi 50-100 Mbps, kategori standar 15-50 Mbps yang berisiko melambat saat jam sibuk, hingga kategori tertinggal di bawah 15 Mbps.

Hotel seperti Pullman ZamZam Makkah masih mampu menghadirkan kecepatan hingga 86,42 Mbps, sedangkan Anwar Al Madinah Mövenpick mencatat 78,42 Mbps.

Beberapa hotel lain seperti Al Ghufran Safwah Hotel Makkah, Pullman Zamzam Madina, Hyatt Regency Makkah - Jabal Omar, hingga Millennium Al Aqeeq masih berada di kisaran cukup, yakni antara 18 Mbps hingga 38 Mbps.

Meski beberapa hotel mencatat kecepatan tinggi, data juga menunjukkan ketidakkonsistenan performa bagi sebagian pengguna. Bahkan di hotel terbaik, 10% pengguna terbawah sering mengalami kecepatan di bawah 15 Mbps. Hal ini menunjukkan sebagian tamu tetap menghadapi gangguan konektivitas meski jaringan hotel secara keseluruhan tergolong cepat.

Perbedaan performa ini dipengaruhi penggunaan teknologi jaringan. Hotel dengan WiFi tercepat umumnya memakai Wi-Fi 6 dan pita 5 GHz, yang memberikan keunggulan signifikan dibanding perangkat lama. Sebaliknya, hotel yang masih menggunakan spektrum 2,4 GHz dan perangkat usang menghadapi bottleneck yang memperlambat koneksi.

Selain perangkat, faktor lain juga menentukan kualitas jaringan. Jika koneksi ISP tidak memadai, konfigurasi WiFi tidak optimal, atau hotel menerapkan pembatasan kecepatan untuk menekan biaya, peningkatan perangkat tidak akan berdampak signifikan. Operator hotel disarankan menggunakan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi titik lemah dan memperbaiki jaringan sebelum musim puncak.

Lonjakan kebutuhan internet saat haji memang sangat besar. Otoritas Statistik Arab Saudi mencatat lebih dari 1,6 juta jemaah menunaikan haji pada 2025. Ke depan, Saudi Vision 2030 menargetkan hingga 30 juta jemaah per tahun, sehingga kebutuhan infrastruktur digital akan terus meningkat.

Regulator telekomunikasi Arab Saudi juga mencatat penggunaan data seluler selama Haji 2025 mencapai rata-rata 1,26 GB per orang per hari di lokasi suci, hampir tiga kali rata-rata global. Angka tersebut meningkat dari 876 MB per pengguna per hari pada musim Haji 2024.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik, operator telah memasang lebih dari 10.500 access point WiFi di Makkah, Madinah, serta Mina, Arafat, dan Muzdalifah. Infrastruktur ini melengkapi cakupan 4G dan 5G yang hampir merata.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus Pengembangan Pusat Data AI Jadi "Energi" Ekonomi Digital