Elon Musk Rayu Warga Pakistan Pakai Duit Rp 1.035 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - SpaceX milik Elon Musk mengumumkan kerja sama dengan sebuah startup AI asal Pakistan bernama AI Cursor. Bahkan perusahaan itu rela mengeluarkan uang US$60 miliar (Rp 1.035 triliun) sebagai opsi kesepakatan keduanya.
AI Cursor yang didirikan oleh Sualeh Asif adalah perusahaan yang mengembangkan model AI untuk rekayasa perangkat lunak dan tugas berbasis pengetahuan.
SpaceX menjelaskan kerja sama akan menggabunngkan produk AI Cursor yang berfokus pada pengkodean dengan infrastruktur komputasi skala besar sendiri. Termasuk sistem pelatihan yang setara dengan satu juta chip Nvidia H100, dikutip dari The News Pakistan, Rabu (29/4/2026).
The Guardian melaporkan kerja sama ini akan memperkuat pembuat chatbot yang baru bergabung dengan SpaceX, xAI yang disebut cukup tertinggal dari para pesaingnya. AI Cursor juga memiliki kesempatan akses ke kapasitas komputasi yang lebih besar agar dapat melatih model-modelnya.
Sebagai informasi, Asif yang mendirikan Cursor merupakan lulusan Massachusetts Institute of Technologies. Dia juga telah masuk dalam orang terkaya versi Forbes dengan perkiraan US$1,3 miliar.
Kerja sama SpaceX dan Cursor dapat memunculkan miliarder AI dan potensi talenta Pakistan, ungkap ketua Otoritas Regulasi Aset Virtual Pakistan (PVARA) Bilal bin Saqib. Dia juga menyebut ini momen membanggakan untuk negara dan bukti anak muda di sana bisa bersaing secara global.
Asif yang berasal dari MIT juga jadi sorotan. Menurutnya pengalaman itu bisa memberinya akses ke modal, daya komputasi dan ekosistem yang mendukung.
Kemampuan itu kontras dengan keadaan di dalam negeri. Bilal menjelaskan Pakistan tidak kekurangan talenta namun infrastruktur pendukung.
Pakistan, dia menambahkan, dapat memiliki kesuksesan serupa asalkan bisa memunculkan kebijakan dan investasi yang tepat.
Asif juga dipuji oleh mantan Menteri Teknologi Informasi Pakistan Umar Saif. Menurutnya Asif memiliki peranan sebagai panutan yang dibutuhkan pemuda Pakistan, dan bukan menjadi makelar, penggelap pajak atau kejahatan lainnya.
"Namun seorang anak sukses berkat kerja keras dari keluarga kelas menegah di Karachi. Belajar di MIT, mendirikan perusahaan yang berpengaruh, mengubah cara orang menulis kode, dan bernilai lebih dari US$1 miliar pada usia 26 tahun!" kata Saif dalam unggahannya di X.
(dem/dem) Add
source on Google