Scrolling TikTok-Instagram Bikin Anak Susah Baca dan Bicara

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Selasa, 28/04/2026 07:15 WIB
Foto: Sejumlah anak memainkan ponsel mereka sesuai pulang sekolah di Jakarta, Senin (30/3/2026). Pemerintah resmi melarang anak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial mulai 28 Maret 2026 berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, yang merupakan turunan dari PP Tunas. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah temuan mengungkapkan banyak dampak yang muncul pada anak karena penggunaan media sosial yang terlalu sering. Termasuk dalam sebuah studi yang menyebutkan aktivitas ini mengancam kemampuan mereka untuk membaca.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Research on Adolescence menjelaskan pengguna media sosial yang berusia di bawah 16 tahun secara teratur kesulitan dalam mengenali dan mengucapkan kata-kata secara lengkap, dikutip dari Sociel Media Today, Senin (27/4/2026).

Informasi ini berasal dari penelitian perkembangan kognitif otak remaja dan wawasan lebih dari 10 ribu anak berusia 10 tahun selama periode enam tahun.


Studi mengungkapkan anak-anak yang menghabiskan waktu lebih banyak di media sosial kehilangan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Begitu juga untuk membaca buku dan sumber lainnya.

Pada akhirnya aktivitas ini mengakibatkan kurang selaras dengan kemapuan verbal dan budaya umum. Termasuk juga kemampuan baca yang dipengaruhi pada bahasa alternatif, seperti singkatan yang kerap ditemui dalam diskusi media sosial.

Namun media sosial bukan hanya soal dampak negatif. Studi ini juga menemukan sisi positif dari penggunaan platform.

Menurut penelitian, anak-anak yang menggunakan media sosial memiliki kapasitas pengolahan data yang lebih baik. Selain itu juga terhubung dengan cakupan informasi yang lebih luas.

Penelitian tersebut memberikan saran untuk menanggulangi dampak negatif dari penggunaan media sosial. Yakni memperbanyak sumber bacaan bagi anak.

Caranya dengan mendorong adanya sumber di luar media sosial. Jadi media sosial bukan menjadi satu-satunya sumber konten yang dibaca anak.

Secara teori, cara ini bisa membantu mengurangi dampak paparan bahasa gaul, yang berdampak negatif pada pemahaman.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tiktok Nonaktifkan 780 Ribu Akun Anak di Bawah Usia 16 Tahun