RI Kaya Raya, Banyak Harta Karun Ditemukan di Laut
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia disebut menyimpan "harta karun" besar di dasar laut yang berpotensi menjadi kunci masa depan energi global. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap, kekayaan mineral laut dalam kini semakin strategis di tengah pergeseran dunia dari energi fosil ke energi baru terbarukan.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Noor Cahyo Dwi Aryanto mengatakan, keterbatasan sumber daya tambang di darat serta meningkatnya kebutuhan mineral untuk teknologi energi mendorong eksplorasi ke laut dalam.
"Era energi fosil telah mencapai batas, dan kini dunia bergerak menuju energi alternatif berbasis mineral," kata Cahyo dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, terdapat tiga jenis deposit utama yang menjadi incaran global, yakni nodul polimetalik, sulfida masif dasar laut, serta kerak feromangan kaya kobalt. Di Indonesia, indikasi keberadaan mineral tersebut ditemukan di sejumlah wilayah strategis, mulai dari Kawio Barat di kawasan Sangihe, Komba Ridge di Flores, hingga perairan Jailolo di Halmahera Barat dan Cekungan belakang Busur Banda.
Cahyo mengungkapkan, salah satu temuan penting berasal dari kawasan Komba dan Banda, di mana peneliti menemukan anomali suhu air laut yang justru meningkat seiring bertambahnya kedalaman. Fenomena ini mengindikasikan adanya sistem hidrotermal aktif yang membawa kandungan logam bernilai tinggi.
Mineral yang teridentifikasi dalam sistem tersebut antara lain tembaga, seng, perak hingga emas, komoditas yang sangat dibutuhkan untuk mendukung teknologi energi masa depan, termasuk baterai dan infrastruktur energi bersih.
Meski potensinya besar, eksplorasi laut dalam tidak mudah dilakukan. Cahyo menjelaskan, kegiatan ini memerlukan teknologi canggih seperti Remotely Operated Vehicle (ROV) dan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) untuk menjangkau kedalaman ribuan meter.
Selain itu, aspek regulasi juga menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk wilayah laut lepas yang berada di bawah kewenangan International Seabed Authority.
Sebagai langkah strategis, Indonesia telah menyusun peta jalan eksplorasi mineral laut dalam hingga 2030. Upaya ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga serta penguatan kapasitas riset nasional, termasuk rencana pengadaan kapal riset baru.
Namun demikian, Cahyo menekankan bahwa pemanfaatan sumber daya ini harus tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Eksplorasi mineral laut dalam, menurutnya, tidak hanya soal mengejar potensi ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem laut agar tetap lestari di masa depan.
(wur) Add
source on Google