Mimpi Donald Trump Punya Kubah Emas Bisa Pupus Karena Duit Tak Cukup
Jakarta, CNBC Indonesia - Ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump membangun Golden Dome (Kubah Emas) terkendala biaya. Wakil rakyat AS di Kongres dikabarkan enggan mengucurkan dana jumbo untuk membiayai sistem pertahanan rudal yang serupa dengan Iron Dome milik Israel tersebut.
Pemerintahan Trump ingin agar dana yang dibutuhkan untuk membangun sistem Kubah Emas masuk dalam anggaran negara tahun ini yang akan dibahas di Kongres AS dalam waktu dekat. Namun, menurut Politico, anggota DPR dari Partai Republik pendukung Trump ragu bisa menyisipkan proyek itu.
Alasannya, persetujuan anggaran untuk proyek Kubah Emas harus melalui proses pembuatan undang-undang kilat yang dikenal sebagai UU rekonsiliasi. Lewat proses ini, Partai Demokrat tidak bisa menghalangi (filibuster) pengesahan UU di Senat.
Namun, proses itu berarti akan ada pertarungan politik yang keras di Kongres. Partai Republik ingin menghindari pertarungan politik karena banyak dari mereka akan berkompetisi dalam pemilu sela.
Trump ingin membangun sistem Kubah Emas untuk melindungi wilayah Amerika Serikat dari potensi serbuan rudal jarak jauh dan drone. Sistem tersebut adalah gabungan teknologi tradisional seperti rudal pencegat dan teknologi terbaru yaitu jaringan informasi berbasis AI. Trump ingin agar sistem tersebut sudah terealisasi sebelum ia lengser pada 2028.
Departemen Pertahanan AS atau Pentagon, ingin memasukkan anggaran US$ 17 miliar (Rp 29,4 triliun) untuk proyek Kubah Emas lewat UU rekonsiliasi, dan US$ 400 juta (Rp 6,9 triliun) dalam proses penganggaran biasa. Politico menyatakan seluruh proyek Golden Dome membutuhkan dana antara US$ 185 miliar (Rp 3.200 triliun) hingga US$ 3 triliun (Rp 51.867 triliun).
Pentagon telah menguji teknologi tahap pertama dari sistem Kubah Emas yaitu sistem sensor 360 derajat untuk mendeteksi rudal jelajah, drone, hingga pesawat musuh.Â
Biaya yang jauh lebih besar dibutuhkan untuk teknologi ambisius berupa sistem pemantauan dan pencegat yang berada di luar angkasa. Sistem ini ditujukan untuk mencegat rudal musuh segera setelah diluncurkan.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]