Petaka Baru Buat Pegawai Kantoran, Hidup Makin Tertekan

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Kamis, 23/04/2026 14:20 WIB
Foto: Pendiri dan CEO Nvidia, Jensen Huang, berbicara dengan media menjelang pertemuan dengan Komite Perbankan Senat di Capitol Hill di Washington, D.C., AS, 3 Desember 2025. (REUTERS/Evelyn Hockstein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia kerja saat ini sudah penuh tekanan, akibat perusahaan yang kian ambisius untuk menggenjot produktivitas. Di masa depan, agaknya karyawan akan lebih tertekan lagi saat teknologi AI mulai mendominasi.

Bahkan, AI bisa berubah menjadi bos dengan sifat micromanaging. Hal ini diungkap CEO Nvidia Jensen Huang. Ia mengatakan AI akan membuat pegawai lebih sibuk dan 'menempel' sepanjang waktu.

"Agen AI akan mengganggu Anda, mengelola Anda secara mikro dan lebih sibuk dari sebelumnya," kata Huang, dalam diskusi di Universitas Stanford, dikutip dari Futurism, Kamis (24/4/2026).


Namun ini juga berarti lebih banyak hal yang bisa dipekerjakan. Pada akhirnya akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Gambaran tersebut agak berbeda dengan narasi soal AI yang menjadi alasan PHK banyak perusahaan dan orang-orang kehilangan pekerjaan.

"Akan ada lebih banyak orang yang bekerja di akhir revolusi industri dibandingkan awal revolusi ini," ucapnya.

Hal serupa pernah diungkapkan Huang awal tahun ini. Dia menyebut pemimpin perusahaan berpikir sempit jika ingin mengurangi jumlah karyawan karena AI.

Dia menekankan perusahaan akan membutuhkan sumber daya yang lebih banyak dengan kehadiran AI.

"Bagi perusahaan dengan imajinasi, Anda akan melakukan banyak hal dengan sumber daya yang lebih banyak," kata Huang.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Smart Living Bantu Pekerjaan Rumah Tangga Hemat Waktu & Energi