Sumber Petaka Perbankan Muncul di Amerika, Tetangga RI Sudah Bersiap

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 21/04/2026 19:20 WIB
Foto: Apartemen di kota Hong Kong. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Regulator bank dan institusi keuangan berbagai negara tetangga RI mulai mengambil langkah untuk mengantisipasi bahaya AI terhadap keamanan sistem perbankan. Bahaya pembobolan sistem parbankan oleh AI mencuat setelah Anthropic merilis Mythos.

Mythos adalah model AI terbaru buatan Anthropic yang memiliki kemampuan untuk menulis kode pemrograman komputer level tertinggi sehingga mampu mengidentifikasi kerentanan siber di semua sistem dengan cepat.

Hong Kong Monetary Authority (HKMA), yang bertindak sebagai bank sentral dan regulator perbankan di Hong Kong, menyatakan bahwa mereka telah berkomunikasi dengan bank-bank terbesar dan meningkatkan kewaspadaan atas ancaman siber dari AI yang terus berevolusi, termasuk Mythos. Industri perbankan Hong Kong juga tengah menyusun rencana respons atas ancaman AI.


Dalam waktu dekat, HKMA akan memperkenalkan Cyber Resilience Testing Framework yang fokus dalam meningkatkan kemampuan bank merespons dan memulihkan sistem dalam peristiwa serangan.

HKMA juga membentuk gugus tugas yang terdiri dari unsur regulator dan swasta untuk memeriksa, memantau, dan merespons risiko terkait AI.

Juru bicara Australian Securities and Investment Comission (ASIC) menyatakan bahwa mereka memantau ketat penggunaan Mythos bersama regulator lain untuk mengukur potensi dampaknya ke pasar. Hal yang sama dinyatakan oleh Australian Prudential Regulation Authority (APRA) sebagai regulator industri perbankan.

Monetary Authority of Singapore (MAS), yang berfungsi sebagai bank sentral, menyatakan perkembangan AI bisa mempercepat temuan dan eksploitasi kerentanan software di sistem teknologi informasi.

"Institusi finansial harus menggandakan upaya untuk memperkuat pertahanan keamanan, proaktif mengenali dan menutup kerentanan, dan meningkatkan kewaspadaan, termasuk menambal sistem keamanan secepatnya," kata MAS. 

Di Korea Selatan, Financial Supervisory Services (FSS) menyatakan telah menggelar pertemuan dengan pejabat keamanan teknologi dari institusi keuangan untuk mengkaji risiko terkait Mythos.

Kemampuan Mythos dalam menulis kode tingkat tinggi memungkinkan AI ini mengidentifikasi kerentanan keamanan yang belum pernah ada sebelumnya.

Kemampuan tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa teknologi itu bisa dimanfaatkan untuk mengeksploitasi sistem perbankan, khususnya bank yang masih bergantung pada infrastruktur teknologi lama. Jika celah tersebut digunakan secara masif, stabilitas sektor keuangan global berisiko terguncang.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Kembangkan AI, Microsoft Akan Investasi Rp 177 Triliun di Jepang