Asteroid Raksasa 'God of Chaos' Terdeteksi Menuju Bumi

Intan Rakhmayanti, CNBC Indonesia
Kamis, 16/04/2026 07:10 WIB
Foto: Asteroid Apophis ditemukan pada 19 Juni 2004. (UH / IA via NASA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah fenomena langit langka akan terjadi pada 13 April 2029. Asteroid raksasa bernama 99942 Apophis diprediksi melintas sangat dekat dengan Bumi dan bahkan bisa terlihat dengan mata telanjang tanpa bantuan teleskop.

Badan antariksa NASA menyebut Apophis akan melintas sekitar 32 ribu kilometer dari Bumi. Jarak ini hampir 12 kali lebih dekat dibandingkan jarak rata-rata Bulan ke Bumi dan bahkan lebih dekat dibandingkan sebagian satelit geostasioner.

Pendekatan tersebut menjadikan Apophis sebagai salah satu objek berukuran besar yang paling dekat dengan Bumi dalam sejarah pengamatan modern. Fenomena ini juga tergolong sangat langka dan hanya terjadi sekali dalam waktu yang sangat panjang.


Menariknya, masyarakat di belahan Bumi timur berpeluang menyaksikan langsung peristiwa tersebut, selama kondisi cuaca mendukung. Para astronom menyebut asteroid itu cukup terang sehingga dapat diamati tanpa teleskop atau teropong.

Mengutip ABCNews, Apophis pertama kali ditemukan pada 2004 dan sempat dikategorikan sebagai asteroid berpotensi berbahaya. Saat itu, ilmuwan memperkirakan ada peluang benda langit tersebut menabrak Bumi pada 2029, 2036, atau 2068.

Namun setelah pengamatan intensif menggunakan teleskop optik dan radar berbasis darat, para astronom kini memastikan Apophis tidak memiliki risiko menabrak Bumi setidaknya selama 100 tahun ke depan.

Meski demikian, tarikan gravitasi Bumi saat Apophis melintas dapat sedikit mengubah orbitnya mengelilingi Matahari. Perubahan ini tidak meningkatkan risiko tumbukan, tetapi memberi kesempatan penting bagi ilmuwan untuk mempelajari karakteristik asteroid secara lebih detail.

Apophis sendiri merupakan sisa pembentukan awal tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu. Asteroid ini terbentuk dari material yang tidak pernah menjadi planet atau bulan. Ukuran rata-ratanya diperkirakan mencapai sekitar 340 meter dengan panjang maksimal lebih dari 450 meter.

Pendekatan bersejarah ini juga akan dimanfaatkan sejumlah lembaga antariksa dunia. NASA telah mengalihkan jalur wahana antariksa untuk bertemu Apophis setelah flyby 2029. Badan Antariksa Eropa juga menyiapkan misi khusus guna mempelajari struktur dan permukaan asteroid tersebut.

Setelah melintas pada April 2029, Apophis akan diklasifikasikan ke dalam kelompok asteroid Apollo, yakni asteroid yang orbitnya memotong orbit Bumi namun mengelilingi Matahari dalam lintasan yang lebih luas.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Aturan RI Jadi Tren Dunia, Menkomdigi Beberkan Hasilnya