Raja Ecommerce RI Tetap Berkuasa, TikTok-Lazada Minggir
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar ecommerce Asia Tenggara terus melesat pesat, dengan nilai transaksi bruto (GMV) mencapai US$157,6 miliar atau tumbuh 22,8% sepanjang 2025.
Namun di balik pertumbuhan tersebut, persaingan justru makin mengerucut. Laporan Ecommerce in Southeast Asia 2026 dari Momentum Works mencatat hanya tiga pemain besar yang kini menguasai hampir seluruh pasar.
Tiga platform utama yakni Shopee, TikTok Shop (termasuk Tokopedia), dan Lazada menguasai 98,8% pangsa pasar di kawasan tersebut.
Shopee menjadi pemimpin pasar di Asia Tenggara. Pada 2025, GMV Shopee mencapai US$83,2 miliar, jauh di atas para pesaingnya.
Dihampir seluruh Asia Tenggara, Shopee menguasai lebih dari 50% pangsa pasar, kecuali di Filipina yang hanya 49%.
Sementara itu di Indonesia, posisi Shopee juga memimpin dengan menguasai sekitar 54% pangsa pasar sepanjang 2025.
Dominasi ini melanjutkan capaian sebelumnya, yaitu Shopee menguasai sekitar 53% pangsa pasar pada 2024.
Meski demikian, tekanan kompetisi makin terasa. TikTok Shop tercatat tumbuh sangat agresif sepanjang 2025, bahkan berhasil mempersempit jarak hingga mencapai sekitar 65,7% dari skala bisnis Shopee.
Ini adalah angka tahunan untuk tahun 2025, yang berarti selisih pangsa pasar bulanan antara keduanya bahkan lebih kecil di akhir tahun.
Data terbaru Sensor Tower menunjukkan bahwa jumlah download aplikasi retail di Indonesia menembus 181 juta kali sepanjang 2025. Warga RI menghabiskan 8,68 miliar jam di aplikasi retail.
Meskipun mayoritas aplikasi ritel yang paling banyak didownload di RI adalah aplikasi marketplace, beberapa aplikasi subkategori lain mulai muncul seperti aplikasi diskon dan aplikasi online dari toko ritel offline.
Shopee yang jorjoran mendorong fitur video commerce di aplikasinya masih menjadi aplikasi paling populer di kategori ritel di Indonesia.
(dem/dem) Add
source on Google