Jualan HP Hancur-hancuran, Nasib Pedagang Bikin Prihatin

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
14 April 2026 09:05
Harga laptop masih mengalami kenaikan di beberapa toko ITC Kuningan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Foto: Harga laptop masih mengalami kenaikan di beberapa toko ITC Kuningan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah pedagang ponsel mengaku penjualannya mengalami penurunan sejak awal tahun ini. Hal tersebut terjadi bersamaan dengan krisis chip yang melanda global akibat permintaan chip AI yang meroket.

Krisis tersebut membuat harga ponsel naik di pasaran Indonesia. Pada akhirnya para pedagang ikut terdampak dengan kenaikan tersebut.

Sejumlah pedagang ponsel yang ditemui CNBC Indonesia mengaku penjualannya berpengaruh dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan ada yang menyebut penjualannya menurun hingga 50% sejak awal 2026.

"Ngaruh banget, saya sudah dua bulan hancur-hancuran penjualannya," ucap seorang pedagang ponsel di ITC Kuningan Jakarta kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/4/2026).

Dia juga mengatakan tidak ada perubahan berarti saat momen lebaran, yang biasanya menjadi saat peningkatan penjualan ponsel. Saat itu, dia hanya menjual tak sampai 30 unit, turun dari 40 unit dibandingkan tahun lalu.

Pantauan CNBC Indonesia, kenaikan harga terjadi hampir di seluruh merek ponsel. Mulai dari Samsung A07 yang naik Rp 100-200 ribu hingga Oppo A6 berkisar Rp 900 ribu.

Kenaikan juga terjadi pada ponsel dengan konfigurasi memori 4/64 GB yang biasanya dibanderol berkisar Rp 1,4 juta, kini tembus Rp 2 juta.

Namun kenaikan harga ini tak membuat semua pelanggan kabur. Seorang pegawai toko mengatakan beberapa masyarakat tetap membeli ponsel yang diinginkan meski tahu keadaan kenaikan harga perangkat tersebut.

Sementara seorang pegawai toko lainnya mengatakan memberitahu informasi kenaikan harga tersebut. Dia juga mengatakan fenomena ini seluruh toko penjual ponsel.

"Kita kasih knowledge saja, semua harga naik. Di mana-mana harga naik. Kalau nanti saja deh, bakal naik lagi karena beberapa toko sampai dua kali kenaikannya," jelas penjual itu.

Raja HP China Menyerah

Kenaikan harga perangkat, termasuk ponsel dan laptop, sejak kelangkaan chip terjadi akhir tahun lalu. Firma riset IDC telah memprediksinya dengan dampaknya ikut terasa di Indonesia.

Penyesuaian harga terjadi pada segmen harga murah. Untuk segmen menengah dan atas, masih terkendali karena sebagian biaya masih diteruskan ke harga jual.

Tak hanya di Indonesia, China juga terdampak kelangkaan chip ini. Banyak produsen ponsel yang menyusun ulang pengapalan HP awal tahun ini.

Misalnya, Xiaomi dan Oppo yang menurunkan jumlah produksi lebih dari 20%. Sedangkan, vivo menurunkan hampir 15% dan Transsion yang membawahi Tecno, Infinix, serta Itel mencatatkan pengiriman penurunan hingga 70%.

Penurunan di raksasa ponsel China juga tercatat oleh Counterpoint. Firma riset itu memangkas proyeksi pengapalan HP secara global tahun 2026 menjadi minus 2,1%, termasuk untuk pabrikan HP China seperti Honor, Oppo dan vivo minus 1% hingga kurang dari 4%.

Laporan Techwire Asia mengatakan kelangkaan chip yang terjadi terdampak pada perangkat low-end. Segmen tersebut tidak mendapatkan cukup DRAM dan NAND, kemudian para produsen memiliki menaikkan harga atau memangkas fitur standar.

Kelangkaan chip memori ini memukul pasar Asia Pasifik yang berisi banyak ponsel murah.

Ponsel dengan harga murah biasanya mengambil margin tipis, yang membuat kecil kemungkinan bisa menghadapi kenaikan harga chip.

Counterpoint menuliskan biaya komponen ponsel tersebut berkisar US$200, melonjak 25% dari awal tahun. Sementara kelas menengah dan atas menjadi masing-masing 15% dan 10%.

Fenomena ini juga nampaknya tak akan berhenti dalam waktu dekat. Sebab diperkirakan harga chip memori akan tetap naik mencapai 40% selama Q2-2026, yang membuat biaya produksi naik 8%-15%.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Krisis Baru Mengancam Dunia, Beli HP Bisa Bikin Miskin


Most Popular
Features