Alat Buatan Google Bikin Laptop Lawas Hidup Lagi Tak Usah Beli Baru

Intan Rakhmayanti, CNBC Indonesia
Senin, 13/04/2026 08:26 WIB
Foto: Sejumlah pengunjung mereparasi laptop pribadinya di sebuah toko yang berada dalam Harco Mangga Dua, Jakarta Utara, Selasa (11/11/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Google memperkenalkan ChromeOS Flex, sistem operasi berbasis cloud gratis yang dirancang untuk mengubah PC atau Mac lama menjadi Chromebook.

ChromeOS Flex dikembangkan Google setelah mengakuisisi Neverware, pembuat CloudReady. Sistem ini dirancang khusus untuk sekolah dan perusahaan yang masih menggunakan banyak komputer atau laptop yang kinerjanya menurun setelah bertahun-tahun digunakan.

Google menyebut perangkat lama tersebut bisa diremajakan dengan menghapus Windows atau macOS, lalu menggantinya dengan ChromeOS Flex. Sistem operasi ini lebih ringan, mengandalkan cloud, dan tetap stabil meskipun dijalankan di perangkat dengan spesifikasi rendah.


Direktur Produk ChromeOS untuk Enterprise dan Education, Thomas Riedl, mengatakan ChromeOS Flex memiliki pengalaman pengguna yang hampir identik dengan ChromeOS. Fitur utama seperti Google Assistant, browser Chrome, serta integrasi Android juga tersedia di dalamnya.

"Dengan Chromebook, Chromebox, dan Chromebase, Anda akan mendapatkan optimasi menyeluruh antara perangkat keras dan perangkat lunak dengan keamanan kuat serta ekosistem aplikasi terbesar melalui Google Play Store," tulis Riedl dalam sebuah blog, dikutip dari Gizmodo, Senin (13/4/2026).

Google juga memastikan ChromeOS Flex menggunakan basis kode yang sama dengan ChromeOS. Artinya, sistem ini akan mendapatkan pembaruan dan dukungan keamanan dengan ritme yang sama seperti Chromebook.

ChromeOS Flex dinilai cocok untuk perusahaan yang menjalankan kombinasi perangkat lama dan Chromebook baru. Dengan Chrome Enterprise Upgrade, seluruh perangkat bisa dikelola dalam satu konsol admin Google yang sama, sehingga mempermudah migrasi ketika perusahaan melakukan upgrade hardware.

Menariknya, Google mengklaim ChromeOS Flex bisa berjalan pada perangkat berusia hingga 13 tahun. Bahkan laptop lama yang hampir tidak terpakai dapat kembali digunakan tanpa harus membeli perangkat baru.

Selain menghemat biaya, Google juga menyoroti aspek ramah lingkungan. Menghidupkan kembali laptop lama dinilai dapat mengurangi limbah elektronik yang terus meningkat setiap tahun.

Meski begitu, ChromeOS Flex memiliki sejumlah keterbatasan. Karena dijalankan di perangkat yang bukan dirancang khusus untuk ChromeOS, beberapa fitur seperti shortcut keyboard dan driver tertentu mungkin tidak berfungsi optimal. Bahkan webcam pada beberapa model MacBook dilaporkan tidak kompatibel.

Google juga mengakui tingkat keamanan ChromeOS Flex belum sepenuhnya menyamai Chromebook karena perbedaan antara perangkat keras dan perangkat lunak. Namun perusahaan akan merilis daftar perangkat yang telah tersertifikasi beserta fitur yang didukung.

Untuk mencoba ChromeOS Flex, pengguna cukup menjalankannya melalui USB flash drive. Proses instalasi diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 30 menit dan dapat dicoba tanpa risiko sebelum mengganti sistem operasi utama.

Chrome OS Flex masih tahap awal dan Google mengaku belum melakukan pengujian skala besar. Melalui akses awal ini, pengguna bisa mencoba OS dan memberi masukan sebelum peluncuran penuh. Pengguna dapat mencobanya lewat USB sebagai cara "tanpa risiko" sebelum mengganti OS secara penuh.

Google mengatakan versi stabil Chrome OS Flex akan tersedia dalam beberapa bulan ke depan dan pengguna diharapkan menemui bug pada versi saat ini. Pengguna CloudReady akan di-upgrade ke Chrome OS Flex secara gratis.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Youtube-Instagram Langgar Hukum,Google & Meta Diperiksa Komdigi