RI Nomor 1 Dunia Versi Harvard, AS hingga Israel Tertinggal

Redaksi,  CNBC Indonesia
11 April 2026 13:00
MADRID, SPAIN - OCTOBER 21: A worker of the ASAM Familia Foundation, on 21 October, 2022 in Madrid, Spain. The ASAM Foundation - Mental Health Services, with the support of the 'La Caixa' Foundation, is developing the 'First Step' project, a comprehensive care program aimed at young people and adolescents, between 15 and 30 years of age, with severe mental disorders (bipolar disorder, schizophrenia, severe depression, suicide attempts). (Photo By Carlos Lujan/Europa Press via Getty Images)
Foto: Europa Press via Getty Images/Europa Press News

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia mencatat pencapaian mengejutkan dalam riset global terbaru dengan menempati posisi teratas sebagai negara dengan tingkat kesejahteraan psikologis terbaik. Hasil ini menempatkan Indonesia melampaui sejumlah negara maju, termasuk Amerika Serikat.

Temuan tersebut berasal dari studi yang dilakukan Universitas Harvard yang menilai kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Penilaian tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup dimensi kehidupan lain yang lebih luas.

Riset bertajuk Global Flourishing Study yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Mental Health ini melibatkan lebih dari 200 ribu responden dari berbagai negara. Para peneliti mengukur kesejahteraan berdasarkan sejumlah indikator penting.

Indikator tersebut mencakup kesehatan fisik dan mental, kebahagiaan, tujuan hidup, hubungan sosial, karakter individu, hingga kondisi finansial dan spiritual.

Hasilnya, Indonesia meraih skor tertinggi dengan nilai 8,3. Di bawahnya menyusul Israel 7,87, Meksiko 7,64, dan Polandia 7,55.

Sementara itu, AS berada di peringkat ke-12. Negara maju lainnya, Inggris berada di peringkat ke-20 dari 22 negara.

Para peneliti mengatakan temuannya menyoroti soal uang bukanlah segalanya. Jadi kesejahteraan bukan hanya terkait kekayaan atau kesehatan fisik semata.

"Berkembang itu multidimensi, dan berbagai negara berkembang dengan cara yang berbeda," tulis tim peneliti dalam studi mereka, dikutip dari Daily Mail.

Mereka mencatat banyak negara maju mencatat skor tinggi untuk keamanan finansial. Namun di sisi lain rendah dalam aspek makna hidup, hubungan sosial, dan karakter pro-sosial.

Jepang ditemukan menjadi negara dengan masyarakat yang paling tidak berkembang dengan skor 5,89. Diikuti oleh Turki 6,32, Inggris 6,79, India 6,87 dan Spanyol 6,9. Responden Jepang paling kecil kemungkinan menjawab 'ya' untuk pertanyaan apakah memiliki teman dekat.

Sebaliknya di Indonesia unggul untuk aspek hubungan sosial dan pro sosial, faktor yang menciptakan keterhubungan dan komunitas yang kuat.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Indonesia Negara Nomor Satu di Dunia Menurut Harvard, AS Kalah Jauh


Most Popular
Features