Medsos Diblokir, Psikolog Kasih Tips Orang Tua Komunikasi ke Anak
Jakarta, CNBC Indonesia - Anak-anak yang belum cukup umur dibatasi untuk mengakses media sosial. Pemerintah Indonesia menetapkan aturan PP Tunas yang diperkuat dengan Peraturan Menteri Nomor 9 tahun 2026.
Orang tua punya peranan penting untuk membuat anaknya bisa tetap terlindungi di dunia digital. Ratih Zulhaqqi, seorang psikolog klinis anak, mengatakan orang tua perlu melakukan pendampingan hingga berkomunikasi dengan anak terkait pembatasan media sosial.
"Karena kalau dari sudut pandang psikologi melindungi anak di dunia digital itu bukan soal ngelarang sepenuhnya, tapi tentang mengajarkan anak bagaimana bagaimana mereka bisa menggunakan teknologi itu dengan aman dan bertanggung jawab gitu," kata Ratih, kepada CNBC Indonesia, Jumat (10/4/2026).
Dia menjelaskan orang tua perlu membangun komunikasi secara terbuka. Jadi anak bisa bercerita dengan aman dan didengar, tanpa merasa dihakimi.
"Ini tuh penting banget supaya anak itu mau cerita kalau ada pengalaman yang mereka rasakan gak nyaman di dunia digital. Jadi kalau anaknya merasa aman, pasti mereka mau cerita," ucapnya.
Orang tua juga perlu membuat aturan yang jelas dan konsisten. Ratih juga mengingatkan pembatasan yang efektif adalah telah disepakati bersama dan sepihak.
Jangan lupa jalankan pembatasan itu dengan konsisten serta memiliki alasan mengapa aturan harus diterapkan. Beri semua informasi itu sedetail mungkin.
"Misalnya waktu screen time-nya, berapa lama, jenis kontennya gimana, dan kapan nggak boleh menggunakan gadget, misalnya sebelum tidur nggak boleh pakai gadget gitu," jelas Ratih.
Pendampingan tetap perlu dilakukan, khususnya bagi anak yang lebih kecil. Dia mengataka pendampingan akan membantu anak belajar memilih konten.
Ditanya soal keefektifan PP Tunas, dia berpendapatan dapat membantu mengurangi paparan berlebih dan ruang aman bagi perkembangan anak di bawah 16 tahun yang dinilai masih belum matang secara regulasi.
Di sisi lain, dia mengingatkan masih ada cara anak mencari celah untuk tetap bisa menggunakan media sosial di tengah aturan pembatasan itu. Misalnya dengan menggunakan akun orang lain atau memalsukan usia.
"Jadi kalau ditanya se-efektif apa, ya mungkin aku bisa jawab efektif sebagai fondasi. Jadi fondasi dan pagar awal gitu ya, tapi gak cukup jika tidak dibarengi dengan edukasi dan keterlibatan orang tua tentunya," tegasnya.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]