Perang "Lama Rasa Baru", AS Mau Lumpuhkan China-Dominasi Kekuatan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) menargetkan pembuat chip dalam rencana aturan pembatasan terbaru. Sekelompok politisi dari berbagai partai mengusulkan adanya pembatasan lebih lanjut pada ekspor peralatan pembuatan chip komputer ke China.
Rancangan undang-undang MATCH ini bertujuan melindungi keunggulan AS untuk AI. Caranya dengan mencegah perusahaan China mendapatkan alat manufaktur chip yang tidak bisa dibuat sendiri.
Selain itu juga perusahaan di negara sekutus AS melakukan pembatasan yang sama dengan pesaing mereka, dikutip dari Reuters, Sabtu (4/4/2026).
Fokus aturan terbaru ini pada pembatasan teknologi tempat China bergantung pada impor. Misalnya litografi DUV imersi untuk membuat sirkuit chip.
Jika diterapkan, maka sejumlah perusahaan akan terdampak. Reuters menyebut nama ASML dari Belanda yang mendominasi pasar, serta Nikon dari Jepang.
Khusus untuk ASML, aturan itu akan membuat perusahaan tidak bisa menjual alat canggihnya ke China. Termasuk melarang menjual lini DUV lebih lama kepada perusahaan asal Korea Selatan dan Taiwan namun beroperasi di China.
China merupakan pasar terbesar ASML pada 2025. Setidaknya negara itu menyumbang 33% dari penjualan, dan kemungkinan angka penjualan dari China bakal menurun hingga mencapai 20% pada 2026.
Kementerian Luar Negeri Belanda enggan mengomentari kabar rancangan aturan dari AS yang berdampak pada ASML.
"Bukan wewenang kami mengomentari rancangan undang-undang yang diusulkan para pembuat aturan dari negara lain," kata juru bicara kementerian.
Rancangan juga akan menghalangi penjualan atau servis peralatan pada raksasa chip China, dari SMIC, Hua Hong, Huawei, CXMT dan YMTC.
(luc/luc) Add
source on Google