Batu dari Dunia Lain Dibongkar, Isinya Ada Unsur Makhluk Hidup
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian dari Jepang menemukan gen pembentuk kehidupan dalam sampel asteroid bernama Ryugu. Sampel ini dibawa dari luar angkasa pada 2020.
Baru tiga tahun kemudian, tim peneliti internasional menemukan salah satu nukleobasa yakni urasil dalam sampel ini. Tim ilmuwan Jepang mengonfirmasi temuan tersebut pada 2026.
Temuan nukleobasa pada benda langit sebenarnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya meteorit Murchison yang jatuh di Australia pada 1969 dan Orgueil di Prancis tahun 1864 juga ditemukan beragam molekul organis, termasuk nukleobasa.
Namun Earthsky mencatat dua kasus sebelumnya berbeda karena meteorit yang mendarat di Bumi bisa terkontaminasi dalam perjalanan hingga pendaratannya.
Ryugu dan asteroid seperti Bennu dibawa langsung dari antariksa. Artinya, unsur kehidupan mungkin tersebar di seluruh Tata Surya dalam waktu lama.
Tim peneliti melakukan penelitian pada Ryugu berasal dari sampel 5,4 gram oleh Hayabusa 2. Temuan nukleobasa berasal dari dua sampel yang dianalisis dengan jumlah yang kurang lebih sama.
Berdasarkan penelitian, komponen dalam kunci materi genetik kemungkinan terbentuk di luar angkasa. Baru kemudian dikirim ke Bumi, yang berarti kehidupan planet ini terkait dalam kimia asteroid tersebut.
Sebagai informasi, Nukleobasa merupakan molekul organik yang mengandung nitrogen. Selain urasil, nukleobasa juga memiliki adenin, guanin atau purin, sitosin, dan timin.
Kehadiran nukleobasa sangat penting, karena memungkinkan organisme bisa bertumbuh, bereproduksi dan berevolusi.
(dem/dem) Add
source on Google