Viral Campak Disebut Sembuh Sendiri Tak Usah Vaksin, Ini Kata Ahli

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
25 March 2026 18:30
Ilustrasi Campak. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Campak. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Informasi terkait penyembuhan campak viral di media sosial Indonesia. Kekebalan tubuh diklaim dapat menyembuhkan penyakit tersebut.

"Campak hanya infeksi umum yang bisa diatasi secara efektif oleh sistem kekebalan tubuh manusia," kata unggahan di Facebook, dikutip dari AFP Fact Check, Rabu (25/3/2026).

Postingan itu juga menyebutkan vaksin tidak aman. Bahkan menyebutkan akan ada antibodi alami setelah anak sembuh dari campak, dan diklaim 5-10 kali lebih baik dari vaksin.

"Hentikan pembunuhan warga dengan obat yang salah dan vaksin yang tidak aman," lanjut postingan tersebut.

Klaim anti vaksin memang banyak bermunculan di media sosial. Bahkan ada yang mempromosikan pengobatan tradisional untuk mengobati campak dibandingkan dengan minum obat atau vaksin.

Pengguna lain juga menentang vaksin, karena petugas kesehatan yang tidak tahu kandungan di dalamnya.

Sebaliknya, para ahli menilai vaksin campak aman dan efektif. Meski infeksi ulang cenderung kecil, WHO mengatakan campak dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.

Spesialis penyakit menular anak di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, Aaron Milstone juga mengatakan risiko tinggi pada anak yang terinfeksi campak. Mulai dari meninggal hingga penyakit neurologis progresif.

"Satu dari 1.000 anak terkena campak akan meninggal. Lainnya menderita penyakit neurologi progresif," jelasnya.

Milstone menegaskan vaksin tidak akan menyebabkan pasien meninggal. Lebih lanjut, menurutnya, vaksin akan memicu respons imun dan memberikan perlindungan jangka panjang.

"Beberapa anak mengalami demam setelah vaksin, namun demam itu merupakan respon tubuh pada vaksin dan tidak punya risiko yang sama seperti virus," dia menambahkan.

Vaksin juga menjadi tetap jadi cara efektif untuk mencegah campak. Hingga kini pengobatan khusus untuk campak belum tersedia.

Hal serupa juga diungkapkan dokter spesialis anak di Universitas Nasional Singapura, Lee Bee Wah. Dia mengatakan penyembuhan campak dengan irigasi hidup, berkumur dengan air garam, atau mengonsumsi buah merupakan klaim yang salah.

"Cara terbaik menghindari infeksi campak adalah dengan melindungi diri. Vaksinasi menghasilkan kekebalan mencegah virus tersebut," kata Lee.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bukan Cuma Mikroplastik, Ada Pembunuh Senyap Ancam Nyawa Anak-Anak RI


Most Popular
Features