China Getol Promosi Yuan Digital

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
23 March 2026 13:30
Mata uang Yuan Jepang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Mata uang Yuan Jepang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - China semakin gencar mendorong penggunaan yuan digital atau e-CNY dengan memperluas peran perbankan dalam ekosistem mata uang digitalnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Beijing untuk mempercepat adopsi sekaligus menantang dominasi sistem keuangan global berbasis dolar AS.

Berdasarkan sumber yang mengetahui rencana tersebut, bank sentral China akan menunjuk sekitar 12 bank tambahan untuk ikut menangani yuan digital. Jumlah ini menambah daftar 10 bank yang sebelumnya sudah lebih dulu terlibat dalam proyek tersebut.

Beberapa bank yang akan bergabung antara lain Shanghai Pudong Development Bank, China Everbright Bank, hingga Bank of Ningbo. Meski demikian, belum ada kepastian kapan bank-bank tersebut resmi mendapatkan izin penuh untuk mengelola e-CNY.

Upaya ini menunjukkan keseriusan China dalam mendorong penggunaan yuan digital di ekonomi nyata. Namun, sejak diluncurkan pada 2019, adopsinya masih berjalan relatif lambat, terutama karena masyarakat sudah terbiasa dengan sistem pembayaran digital seperti Alipay milik Alibaba dan WeChat Pay milik Tencent.

Meski begitu, para analis melihat potensi besar yuan digital ada pada transaksi lintas negara. Mata uang ini dinilai bisa menjadi alternatif sistem pembayaran global yang selama ini didominasi dolar AS, termasuk jaringan seperti SWIFT.

Langkah China ini juga berjalan beriringan dengan kebijakan ketat terhadap mata uang kripto. Beijing diketahui menindak keras aset kripto dan melarang stablecoin, berbeda dengan pendekatan Amerika Serikat yang lebih membuka ruang bagi sektor swasta dalam pengembangan mata uang digital.

"AS melarang mata uang digital bank sentral untuk memberi ruang bagi sektor swasta. Sementara China justru menutup ruang itu," ujar Chief Operating Officer Winfield Global Capital, Robin Zhang dikutip dari Business Times, Senin (23/3/2026).

Untuk memperkuat strategi globalnya, bank sentral China juga telah membentuk pusat operasional yuan digital di Shanghai pada tahun lalu. Bahkan, sejak awal 2026, kepemilikan e-CNY mulai diberikan bunga guna meningkatkan daya tariknya.

Secara transaksi, nilai kumulatif yuan digital telah mencapai 16,7 triliun yuan hingga November lalu. Meski terlihat besar, angka ini masih jauh dibandingkan total transaksi pembayaran di China yang mencapai 128 triliun yuan hanya dalam satu tahun.

Analis menilai, ambisi China tidak sekadar soal efisiensi pembayaran domestik. Lebih jauh, yuan digital diproyeksikan menjadi alat penting dalam internasionalisasi mata uang yuan serta membangun sistem keuangan alternatif di luar dominasi dolar AS.

"Pentingnya hal ini terletak pada ambisi China untuk secara bertahap memajukan yuan digital dari alat pembayaran domestik menjadi komponen kunci penyelesaian lintas batas dan infrastruktur moneter regional," kata peneliti HashKey Group, Tim Sun.

"Ini bukan hanya soal efisiensi pembayaran; ini juga menyangkut internasionalisasi RMB dan pembentukan saluran tambahan di luar sistem yang didominasi dolar AS," ujarnya menambahkan.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Era Cashless Buka Peluang Besar, Adaptasi Jadi Kunci


Most Popular
Features