Krisis 2026 Makin Parah, Demo Besar-besaran Buruh Tuntut Naik Gaji

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 17/03/2026 15:10 WIB
Foto: Para pekerja National Samsung Electronics Union (NSEU) meneriakkan slogan-slogan selama pemogokan umum untuk mengganggu produksi antara 8 dan 10 Juli, di depan Kampus Samsung Electronics Nano City Hwaseong di Hwaseong, Korea Selatan, 8 Juli 2024. (REUTERS/Soo-hyeon Kim)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis kelangkaan chip memori global telah berdampak ke mana-mana. Beberapa produsen perangkat elektronik mengumumkan kenaikan harga produk karena peningkatan biaya produksi akibat komponen yang mahal.

Hal ini juga berimbas ke industri teknologi kecerdasan buatan (AI), sebab permintaan chip berkinerja tinggi atau HBM membludak di tengah pasokan yang terbatas.


Di tengah krisis yang sudah terjadi sejak akhir 2025 ini, masalah muncul di salah satu produsen chip terbesar dunia. Serikat pekerja di Samsung Electronics Korea Selatan (Korsel) mengancam akan menggelar demo besar-besaran pada Mei 2026.

Demo yang akan berdampak pada produksi chip ini bisa memperparah krisis yang sedang berlangsung.



"Saya memprediksi akan ada gangguan pada produksi [chip]," kata Choi Seung-ho, pemimpin serikat pekerja Samsung Electronics (SELU), pada pekan lalu, dikutip dari Reuters, Selasa (17/3/2026).


Sekitar 90.000 anggota serikat pekerja dari total 125.000 pekerja Samsung, berhak memberikan suara dalam pemungutan suara yang berlangsung hingga Rabu (18/3) besok.


Jika para pekerja gagal mencapai kesepakatan, mereka berencana menggelar demo selama 18 hari mulai 21 Mei 2026 mendatang, menurut keterangan Choi. Ia mengatakan demo besar-besaran dapat memengaruhi sekitar setengah dari produksi di kompleks semikonduktor Samsung yang luas di Pyeongtaek, selatan Seoul, ibu kota negara tersebut.

Seorang pejabat Samsung yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan penghentian produksi yang disebabkan satu pemogokan saja dapat merusak kepercayaan pelanggan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih.

Juru bicara Samsung mengatakan perusahaan akan terus berdialog dengan para karyawan terkait hal ini.

Perusahaan Untung, Karyawan Tak Dapat Manfaat

Para pekerja Samsung menyorot soal ketimpangan gaji dengan karyawan di perusahaan pesaing. Anggota serikat pekerja Samsung bertambah banyak beberapa pekan setelah SK Hynix menerima tuntutan serikat pekerjanya terkait reformasi kompensasi pada September 2025.

"Industri chip sedang booming, tetapi keuntungan bisnis itu tidak mengalir ke kami. Untuk itu, kami melawan," kata perwakilan serikat pekerja.

Dalam tiga bulan terakhir, lebih dari 100 anggota serikat pekerja meninggalkan Samsung dan pindah ke perusahaan lain seperti SK Hynix. Choi mengatakan SK Hynix menyetujui rencana untuk mencabut batasan bonus dan mengalokasikan 10% dari laba operasional untuk dana bonus.

Anggota serikat pekerja Samsung meminta peningkatan gaji pokok sebesar 7%, penghapusan batasan pembayaran berbasis kinerja sebesar 50% dari gaji pokok tahunan, dan pengenalan dana bonus berdasarkan laba operasional.

Serikat pekerja Samsung menilai kriteria pembatasan bonus 50% dari gaji pokok sudah usang dan tidak transparan.

Samsung membukukan rekor laba kuartal keempat pada tahun 2025 dan analis memperkirakan laba operasional tahunan akan meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi lebih dari 200 triliun won tahun ini.

Dalam memo internal kepada karyawan awal bulan ini, Samsung mengatakan pihaknya mencoba mencapai kesepakatan upah tahun 2026 dengan menawarkan proposal kompensasi yang "belum pernah terjadi sebelumnya".

Penawarannya mencakup kenaikan gaji sebesar 6,2% dan bonus khusus untuk karyawan divisi chip memori yang setara dengan 100% dari gaji pokok untuk setiap 100 triliun won laba operasional tahunan.

"Karena bisnis semikonduktor mengalami fluktuasi laba yang besar tergantung pada kondisi pasar, Samsung mengalokasikan laba operasional secara seimbang untuk investasi masa depan, pengembalian kepada pemegang saham, dan kompensasi karyawan," kata juru bicara tersebut.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Operasi Otonom Jadi Era Baru Industri Pulp & Paper