Pegawai Indomaret-Alfamart Bisa Punah, Penggantinya Sudah Ada di China

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 13/03/2026 12:50 WIB
Foto: Toko Serba Ada Bertenaga Humanoid Pertama di Dunia - Dioperasikan oleh Galbot G1. (Tangkapan Layar Youtube/Galbot)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa pekerjaan manusia terancam punah seiring perkembangan teknologi canggih, terutama di era kecerdasan buatan (AI). Di Amerika Serikat, raksasa e-commerce Amazon sudah memanfaatkan robot di fasilitas gudang untuk mengerjakan berbagai tugas. 

Sementara itu, China sudah memiliki pusat pelatihan robot di Wuhan yang melatih para robot untuk melakukan pekerjaan seperti membuat kopi dan tugas rumah tangga sehari-hari. 

Beberapa saat lalu, laporan juga menyebut startup asal China sudah membuka 'warung' yang dikelola robot. Inovasi ini bisa mengancam eksistensi para karyawan toko serba ada, misalnya di Indonesia adalah karyawan di Indomaret dan Alfamart. 


Galbot, perusahaan yang bergerak di industri robot, pada Agustus 2025 membuka sebuah kios di Beijing yang dikelola oleh robot menyerupai manusia (humanoid). Mereka menyebut kios tersebut sebagai "toko pertama yang dioperasikan oleh humanoid otonom."

Humanoid yang digunakan adalah Galbot G-1, robot berlengan dua yang sudah diluncurkan Galbot sejak Juni 2024. Robot bisa bergerak ke penjuru kios untuk mengambil barang dan menyerahkannya ke pelanggan, seperti karyawan manusia.

"Robot Galbot G-1 mengelola semua, melayani ribuan pelanggan tiap hari. Mulai dari menyapa, menyajikan minum, snack, dan obat. Galbot menangani tiap pesanan tanpa perintah dari jarak jauh, ditenagai oleh GroceryVLA dan GraspVLA," kata perusahaan.

Namun, gerakan Galbot G-1 masih cenderung lambat. Fungsinya sebenarnya tidak banyak berbeda dengan vending machine.

Galbot menyatakan kios-kios serupa akan dibuka di penjuru China. Terakhir, Galbot membuka kios di pusat keramaian di Beijing yaitu Summer Palace.

CEO Galbot Wen Airong mengungkapkan ambisi untuk membuka 100 toko di 10 kota di China pada 2026. Untuk mencapai ambisi itu, dia dan tim harus melewat dua tantangan yaitu menciptakan interaksi yang "lebih alami" dan meningkatkan kecepatan operasi.

Pengembang robot, menurut Futurism, memang kesulitan menciptakan sistem sensor suara yang berfungsi dengan lancar di dunia nyata karena perubahan kelantangan suara dan perbedaan aksen.

Persoalan pergerakan juga menjadi tantangan utama, terutama dalam menciptakan robot dua kaki (bipedal). Sampai sekarang, menurut Futurism, belum ada desain yang baku untuk pergerakan robot menggunakan kaki.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: India & Prancis Perkuat Hubungan Melalui Teknologi-Perdagangan