Diultimatum 2 Menteri, Gurita Alfamart-Indomaret Tembus 44.366 Gerai
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah sedang mengevaluasi proses izin pendirian gerai baru ritel modern agar warung kelontong dan UMKM di desa punya ruang usaha yang lebih leluasa, sekaligus memberi jalan bagi Koperasi Desa Merah Putih menjadi penggerak ekonomi pedesaan.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan, yang akan dihentikan adalah penerbitan izin baru untuk ekspansi ritel modern ke desa, bukan menutup gerai yang sudah beroperasi. Sedangkan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan kehadiran ritel modern di desa tetap harus dihormati, karena telah memberikan lapangan kerja yang cukup. Namun untuk membuka izin baru, pihaknya mengatakan agar lebih melihat kondisi yang ada, terutama di desa-desa.
Sejalan dengan itu, Koperasi Desa Merah Putih didorong menjadi motor perputaran uang di desa agar keuntungan bisa kembali ke masyarakat setempat.
Dengan kata lain, ke depan ekspansi minimarket modern lewat pembukaan gerai baru, khususnya di wilayah desa, berpotensi lebih dibatasi. Lantas, seberapa besar sebenarnya pertumbuhan gerai ritel modern dalam beberapa tahun terakhir?
CNBC Indonesia telah merangkum perkembangan sejumlah merek minimarket modern beserta penambahan gerainya sejak 2020 hingga Kuartal III-2025.
Alfamart & Indomaret Jadi yang Paling Besar Pertumbuhannya
Alfamart dan Indomaret masih menjadi dua jaringan ritel modern dengan ekspansi paling besar. Mengacu pada data presentasi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang bersumber dari NielsenIQ, keduanya tetap menambah jumlah gerai hingga 2025.
Alfamart meningkat dari 20.120 gerai pada 2024 menjadi 20.925 gerai per Kuartal III-2025, atau bertambah 805 gerai setara kenaikan 4,00%. Indomaret juga bertambah dari 22.682 gerai menjadi 23.441 gerai pada periode yang sama, naik 759 gerai atau tumbuh 3,35%.
Pertumbuhan juga masih terlihat pada minimarket lain, meski skalanya lebih kecil. Alfamidi naik dari 2.373 menjadi 2.452 gerai, sementara Superindo bertambah dari 248 menjadi 253 gerai.
Di sisi lain, sejumlah jaringan ritel justru mengalami penurunan jumlah gerai. Circle K turun tipis dari 500 menjadi 492 gerai. Lawson juga menyusut dari 374 menjadi 355 gerai.
Tren Pertumbuhan
Jika ditarik lebih panjang, perubahan sejak 2020 menggambarkan betapa agresifnya ekspansi jaringan ritel modern dalam lima tahun terakhir.
Dalam kurun sekitar lima tahun sejak 2020 hingga Kuartal III-2025, jumlah gerai Alfamart melonjak dari 15.343 menjadi 20.925 gerai. Artinya, dalam periode tersebut Alfamart menambah 5.582 gerai, atau tumbuh sekitar 36,38%.
Pada periode yang sama, Indomaret juga meningkat dari 18.113 menjadi 23.441 gerai, setara penambahan sekitar 5.328 gerai atau naik sekitar 29,42%.
Ekspansi juga terjadi pada format lain, meski skalanya tidak sebesar minimarket. Alfamidi naik dari 1.795 gerai pada 2020 menjadi 2.452 gerai per Kuartal III-2025. Superindo pun bertambah dari 182 menjadi 253 gerai.
Sementara itu, Circle K cenderung lebih stabil, tetapi tetap menunjukkan peningkatan dibanding 2020, dari 373 gerai menjadi 492 gerai per Kuartal III-2025.
Di luar tren tersebut, Lawson menjadi pengecualian. Walau jumlah gerainya jauh lebih besar dibanding 2020 yang hanya 68 gerai, posisi per Kuartal III-2025 berada di 355 gerai, turun cukup dalam dari puncaknya pada 2023.
Jumlah Tenaga Kerja Juga Naik
Kenaikan jumlah gerai juga tercermin pada penyerapan tenaga kerja di level grup AMRT, yang menaungi jaringan ritel seperti Alfamart, Alfamidi, Alfamidi Super, DAN+DAN, hingga Lawson.
Dalam laporan tahunan, total karyawan Grup disebut meningkat konsisten dari 126.154 orang pada 2020 menjadi 204.835 orang pada 2024, termasuk karyawan di gerai franchise.
Artinya, dalam empat tahun terakhir jumlah tenaga kerja bertambah 78.681 orang atau naik sekitar 62,37%, sementara khusus 2024 bertambah 9.078 orang dibanding 2023 dari 195.757 menjadi 204.835 orang.
Ekspansi gerai ritel modern yang masih berlanjut sampai 2025, ditambah jumlah tenaga kerja yang terus bertambah, membuat rencana pemerintah mengevaluasi izin gerai baru jadi momen penting, terutama untuk wilayah desa.
Di satu sisi, pemerintah ingin warung kelontong dan UMKM tetap punya ruang hidup dan tidak kalah oleh minimarket yang makin mendekat.
Namun di sisi lain, ritel modern juga berperan menyediakan akses barang yang mudah sekaligus menyerap banyak pekerja.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/wur) Addsource on Google