Dunia Berubah Total, China Sudah Punya Sekolah Khusus Robot
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri robot humanoid terus berkembang dari tahun-ke-tahun. China menjadi salah satu negara yang paling cepat mengembangkan dan mengadopsi robot humanoid untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Bahkan, China sudah punya 'sekolah' untuk melatih robot humanoid mengerjakan beragam tugas yang biasanya dilakukan manusia. Di sebuah laboratorium di Wuhan, sekelompok robot humanoid dilatih seperti siswa di dalam kelas.
Mereka belajar banyak hal, mulai dari membuat kopi hingga melakukan tugas rumah tangga. Para engineer mengumpulkan banyak data melalui pelatihan fisik robot humanoid, dari cara mereka bergerak hingga menyelesaikan tugas.
Proses pelatihan ini melibatkan manusia yang menggunakan peralatan realitas virtual (VR) untuk membimbing pergerakan robot-robot humanoid secara real-time.
"Kami mengenakan kacamata VR dan memegang pengontrol di tangan. Tangan kiri dan kanan kami seperti lengan kiri dan kanan robot. Robot akan mempelajari postur tubuh kami dengan menggerakkannya. Data akan diunggah ke cloud. Setelah data disetujui dan membentuk kumpulan data, data tersebut akan diunggah ke robot, dan robot akan belajar darinya," kata Qu Qiongbin, seorang pelatih robot AI yang mengumpulkan data untuk sistem tersebut.
"Ini merupakan proses yang sangat menarik. Saya merasa memiliki pencapaian ketika berhasil menyelesaikan tugas. Rasanya sama seperti mengajar anak sendiri dan melihat mereka berkembang," ia menambahkan, dikutip dari Euronews, Rabu (11/3/2026).
Di dalam fasilitas yang terletak di Zona Pengembangan Teknologi Tinggi Danau Timur Wuhan, yang juga dikenal sebagai "Silicon Valley China," robot ditempatkan di lingkungan dunia nyata yang dirancang dengan cermat. Di dalamnya ada ruang tamu dan bengkel pabrik, tempat mereka berlatih tindakan sehari-hari.
Para pelatih manusia mengoperasikan mesin-mesin setiap hari secara berulang untuk membangun paket data besar yang memungkinkan robot-robot mempelajari keterampilan baru secara bertahap.
"Kami melatih dan mengajari robot dengan menciptakan skenario realistis satu lawan satu. Pelatih dapat mengulangi satu tindakan ratusan, ribuan, atau bahkan puluhan ribu kali untuk mengajarkannya, dan kemudian menggunakan data tersebut untuk mendukung pelatihan ini," kata Yang Xinyi, pemimpin proyek di Data Fusion Technology.
Para peneliti mengatakan tujuan 'sekolah robot' ini adalah untuk mempercepat pengembangan robot humanoid yang dapat beroperasi di lingkungan dunia nyata.
Pengunjung sudah dapat berinteraksi dengan beberapa mesin di Toko Robot Humanoid 7S di Wuhan. Di sana, masyarakat dapat melihat bagaimana robot merespons perintah dan melakukan tugas-tugas sederhana.
Pengembangan robot humanoid ini kembali membawa pertanyaan soal masa depan manusia. Ketika tugas-tugas yang selama ini membutuhkan peran manusia bisa dikerjakan robot, bayang-bayang PHK dan pengangguran kian menggerogoti. Bagaimana menurut Anda?
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]