Harta Karun dari 5000 Tahun Silam Ternyata Asalnya dari Luar Angkasa

CNBC Indonesia
11 March 2026 12:34

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas artefak berbahan besi yang ditemukan sekitar 5.000 tahun lalu ternyata dibuat material yang berasal dari luar angkasa. Temuan ini menjadi jawaban dari teka-teki soal temuan senjata dan pernak-pernik dari besi pada Zaman Perunggu.

Selama bertahun-tahun, ilmuwan penasaran soal sejumlah artefak yang digali pada 1963. Sekitar 66 artefak yang dikenal sebagai "harta karun Villena" mayoritas terbuat dari emas dan perak, termasuk mangkuk, botol, dan gelang.

Namun, sejumlah artefak membuat arkeolog sempat salah sangka bahwa asalnya adalah Zaman Besi. Pasalnya, ada dua barang yang terbuat dari logam besi. Hipotesis ini direvisi setelah peneliti menemukan artefak terkait di lokasi yang berdekatan. 

"Temuan harta karun Cabezo Rendond (Villena, Alicante) dengan beberapa terkait dengan Villena, mengindikasikan bahwa sebetulnya artefak berasal dari Zaman Perunggu Akhir [1400-1200 SM]," kata tim peneliti.

Temuan artefak dari besi dari Zaman Perunggu memunculkan pertanyaan baru. Manusia pada Zaman Perunggu seharusnya belum bisa memisahkan dan mengolah besi yang membutuhkan suhu minimal 1.538 derajat Celcius.

Kemungkinannya adalaha manusia telah memurnikan besi jauh dari waktu yang diperkirakan sebelumnya atau kronologi era yang selama ini dipercaya harus diubah.

Setelah menganalisis komposisi kimia harta karun Villena, para peneliti menemukan fakta baru. Besi yang digunakan untuk membentuk artefak ternyata berasal dari meteorit.

Sebelum harta karun Vilena, arekolog juga sudah mengetahui artefak lainnya yang dibuat menggunakan elemen dari meteorit yaitu belati Tutankhamun. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa bangsa Mesir Kuno memandang besi sebagai benda dari langit.

"Sejak awal Dinasti ke-19 [sekitar 1295 SM], kata baru untuk besi muncul dalam bentuk hieroglyph yaitu 'bi-A-n-pt' yang artinya besi dari langit. Kenapa kata ini muncul pada era tersebut belum diketahui, tetapi nantinya digunakan untuk semua logam besi. Kemungkinannya pada era tersebut adalah peristiwa besar seperti meteor berukuran besar atau hujan meteor," kata Diane Johnson dari The Open University. "Referensi teks menghubungkan besi dengan aspek langit dan dengan tulang dari mendiang raja yang hidup selamanya di bintang di langit."

Sebuah studi yang dilakukan pada 2017 menunjukkan bahwa besi asal luar angkasa sangat sering muncul dalam artefak dari Zaman Perunggu.

"Kebanyakan besi dari Zaman Perunggi berasal dari besi meteorit, sampai periode transisi, yang terjadi sekitar 1200 SM," tulis penelitian tersebut.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Singapura Bangun Komputer Pakai Sel Otak Biar Hemat Listrik


Most Popular
Features