Perusahaan Chip China Berani Menentang Barat, Hasilnya Tak Terduga

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
10 March 2026 19:05
Logo perusahaan semikonduktor milik China, Nexperia, ditampilkan di fasilitas pembuat chip tersebut di Hamburg, Jerman, 23 Oktober 2025. (REUTERS/Jonas Walzberg)
Foto: (REUTERS/Jonas Walzberg)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara China dan negara Barat kembali memanas di bidang teknologi, terutama soal chip. Anak usaha perusahaan semikonduktor Nexperia di China mulai memproduksi chipnya sendiri, langkah yang dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap pembatasan dari pemerintah Barat.

Unit perusahaan tersebut, Nexperia China, mengumumkan telah memulai produksi sejumlah jenis chip secara mandiri. Langkah ini dilakukan setelah konflik berkepanjangan dengan kantor pusat Nexperia di Eropa yang dipicu intervensi pemerintah Belanda.

Mengutip Reuters, perseteruan ini bermula pada Oktober 2025 ketika pemerintah Belanda berupaya mencegah perusahaan memindahkan sebagian operasinya ke China. Kebijakan itu membuat hubungan antara perusahaan induk di Eropa dan unit bisnisnya di China memanas.

Sebelum konflik terjadi, rantai produksi Nexperia terbagi antara dua wilayah. Wafer semikonduktor diproduksi di Eropa, lalu dikirim ke China untuk diproses menjadi chip. Namun setelah masalah terjadi, hubungan itu terputus.

Nexperia China bahkan menyatakan kemandiriannya, sementara kantor pusat di Eropa menghentikan pengiriman wafer ke China dengan alasan pembayaran yang belum diselesaikan.

Kini, Nexperia China menyatakan mampu memproduksi chip menggunakan wafer berukuran 12 inci, teknologi yang justru tidak dapat diproduksi oleh fasilitas Nexperia di Eropa.

Beberapa chip yang mulai diproduksi antara lain perangkat bipolar diskrit, penyearah Schottky, serta perangkat perlindungan pelepasan elektrostatik yang banyak digunakan dalam industri elektronik dan otomotif.

Langkah ini menjadi upaya China mempercepat kemandirian industri semikonduktor di tengah meningkatnya pembatasan teknologi dari negara Barat.

Di sisi lain, sumber wafer 12 inci yang digunakan Nexperia China masih belum dijelaskan secara rinci.

Namun pendiri Wingtech, Zhang Xuezheng, diketahui mengendalikan pabrik wafer 12 inci di Shanghai bernama WingSkySemi, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Nexperia sebelum konflik pecah.

(wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article AS Luncurkan Chip Paling Canggih Ubah Masa Depan Dunia


Most Popular
Features