6 Chip Made in Indonesia Bakal Lahir, Danantara Gandeng Inggris
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mempercepat langkah penguasaan teknologi semikonduktor melalui penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited di London, Inggris, Senin (23/02).
Arm dikenal sebagai pemain kunci dalam desain arsitektur chip global, termasuk untuk sektor otomotif, pusat data (data center), dan kecerdasan buatan (AI).
Dalam kerja sama ini, pemerintah akan mengembangkan enam desain chip berbasis intellectual property (IP) yang kepemilikannya berada di tangan Indonesia. Fokusnya mencakup sejumlah sektor strategis.
Enam ini merupakan IP, intellectual property, yang bisa dipilih, seperti teknologi otomotif, Internet of Things (IoT), terkait dengan data center, home appliances, kemudian soal futuristic, terutama autonomous vehicle, dan quantum computing.
"Jadi ini semua masih dibahas nanti dengan Danantara, sehingga ini IP-nya akan dipegang oleh Indonesia," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran pers, dikutip Selasa (24/2/2026).
Pemerintah, kata Airlangga, menempatkan teknologi sebagai "turbocharger" pertumbuhan ekonomi nasional.
Kerja sama ini juga disebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian teknologi, sekaligus melengkapi agenda ketahanan pangan dan energi.
Pemerintah memosisikannya sebagai langkah leapfrog dalam penguatan ekosistem digital nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Airlangga juga menyebutkan bahwa kerja sama tersebut akan diarahkan untuk membangun ekosistem pengembangan software capability nasional melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka, seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Indonesia, yang selama hampir dua tahun terakhir telah dipersiapkan untuk mendukung agenda tersebut.
Para talenta nasional nantinya akan mendapatkan pelatihan langsung dari trainer dalam ekosistem Arm Limited.
Pada tahap lanjutan, pengembangan generasi baru chip berpotensi menarik investasi manufaktur (printing) yang saat ini masih didominasi perusahaan global.
Pemerintah berharap ke depan pemain manufaktur semikonduktor dunia dapat menanamkan modal di Indonesia, sebagai bagian dari penguatan ekosistem semikonduktor nasional.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]