Sarang Hacker Digerebek, Isinya Data Curian Warga Sedunia

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
06 March 2026 18:30
Peta Baru Sumber Kejahatan Siber Dunia, Ini Daftar Negaranya
Foto: Infografis/ Peta Baru Sumber Kejahatan Siber Dunia, Ini Daftar Negaranya/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Aparat penegak hukum internasional membongkar salah satu forum perdagangan data curian terbesar di dunia yang digunakan ribuan pelaku kejahatan siber.

Forum bernama LeakBase itu ditutup setelah operasi global yang dikoordinasikan oleh Europol bersama sejumlah lembaga penegak hukum, termasuk Federal Bureau of Investigation (FBI).

Platform tersebut selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan data hasil peretasan, termasuk database bocor dan "stealer logs", yaitu arsip kredensial seperti email dan kata sandi yang dicuri melalui malware pencuri informasi.

Forum yang dapat diakses di internet terbuka itu memungkinkan para peretas untuk membeli, menjual, hingga bertukar data curian yang kemudian digunakan untuk berbagai kejahatan siber seperti pembajakan akun, penipuan digital, hingga serangan siber lanjutan.

Mengutip laman resmi Europol, operasi penindakan dilakukan secara serentak pada 3 hingga 4 Maret di berbagai negara. Aparat melakukan penangkapan, penggeledahan rumah, hingga tindakan investigatif terhadap pengguna forum yang paling aktif.

Secara total, sekitar 100 tindakan penegakan hukum dilakukan di seluruh dunia, termasuk terhadap 37 pengguna utama platform tersebut.

Sehari setelah operasi, aparat kemudian menyita domain forum dan menggantinya dengan halaman pemberitahuan resmi dari penegak hukum, yang menandai berakhirnya aktivitas platform tersebut.

Sejak aktif pada 2021, LeakBase berkembang pesat menjadi salah satu pasar data curian terbesar di dunia. Hingga Desember 2025, forum itu memiliki lebih dari 142.000 pengguna terdaftar, sekitar 32.000 unggahan, serta lebih dari 215.000 pesan pribadi antar pengguna.

Dalam penyelidikan ini, aparat juga menyita basis data forum yang berisi jutaan catatan aktivitas pengguna. Data tersebut memungkinkan penyidik mengungkap identitas sejumlah pelaku yang sebelumnya merasa aman karena beroperasi secara anonim di internet.

Penyidik bahkan dilaporkan sempat menghubungi beberapa tersangka langsung melalui platform digital yang sebelumnya mereka gunakan untuk melakukan aktivitas kriminal.

Europol menyebut operasi ini menjadi pesan tegas bagi para pelaku kejahatan siber bahwa tidak ada tempat aman di internet untuk menyembunyikan aktivitas ilegal.

Selain penindakan, operasi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai risiko kebocoran data. Informasi yang dicuri dari individu atau perusahaan sering kali tidak hilang, melainkan diperjualbelikan kembali di forum kriminal dan dimanfaatkan untuk penipuan, pencurian identitas, hingga serangan phishing.

Oleh karena itu, aparat mengingatkan masyarakat untuk memperkuat perlindungan data pribadi dengan menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun serta mengaktifkan autentikasi multi-faktor.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Raja Hacker Buron 10 Tahun Ternyata Pengusaha Batu Bara, Ini Sosoknya


Most Popular
Features