Ditendang Trump, Pemasok Senjata Canggih AS Siap Lawan Pemerintah
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump secara tegas melarang lembaga-lembaga federal untuk menggunakan tool AI buatan Anthropic. Kemarahan Trump ini merupakan buntut negosiasi antara Anthropic dan Kementerian Pertahanan/Perang (DoW) yang tidak mencapai titik temu.
Anthropic merupakan mitra resmi pemasok tool AI DoW untuk kebutuhan militer, lebih spesifik pada aspek pertahanan. Pada 2025, Anthropic mendapat kontrak jumbo dari DoW bernilai US$200 juta.
Namun, ketegangan mulai muncul saat Anthropic menolak tool AI-nya digunakan untuk menciptakan senjata otonom atau alat mata-mata warga AS. DoW berdalih penggunaan tool AI tersebut seharusnya bisa digunakan untuk semua tindakan yang bersifat "legal".
Penolakan Anthropic langsung direspons keras oleh Trump. Bahkan, Trump menyebut Anthropic sebagai perusahaan sayap kiri 'woke' yang membahayakan keamanan nasional dan mengancam nyawa warga AS. Trump juga tak sudi jika Anthropic menentukan bagaimana militer bertempur dan memenangkan medan perang.
Setelah melarang penggunaan Anthropic, WSJ melaporkan serangan AS ke Iran sejatinya masih menggunakan Claude AI buatan Anthropic untuk penilaian intelijen, identifikasi target, dan simulasi skenario pertempuran.
Anthropic Siap Lawan Pemerintah
Ujungnya, pada Selasa (4/3), Anthropic menerima surat dari DoW yang mengonfirmasi bahwa perusahaan masuk dalam daftar "risiko rantai pasok untuk keamanan nasional AS". Dalam laman resminya, CEO Anthropic Dario Amodei merespons tindakan tersebut.
"Seperti yang kami tulis sebelumnya, kami tidak percaya bawa tindakan ini [memasukkan Anthropic ke daftar risiko rantai pasok] legal. Kami tak punya pilihan lain selain melawannya di pengadilan," tulis Amodei, dikutip dari laman resmi Anthropic, Jumat (6/3/2026).
Amodei menekankan bahasa yang digunakan oleh DoW dalam surat tersebut sesuai dengan pernyataan Anthropic pada pekan lalu, bahwa sebagian besar pelanggan Anthropic tidak terpengaruh oleh penetapan risiko rantai pasokan.
Ia menegaskan penetapan risiko rantai pasokan, sekalipun tak setuju dengan isinya, hanya berlaku untuk penggunaan Calude yang berkaitan langsung terhadap kontrak dengan DoW.
Lebih lanjut, Amodei menekankan pihaknya sudah melakukan percakapan yang produktif dengan DoW selama beberapa hari terakhir. Salah satunya tentang cara-cara perusahaan bisa melayani DoW yang sesuai dengan dua pengecualian sempit yang mereka ajukan.
Selain itu, Anthropic juga berdiskusi dengan DoW untuk memastikan transisi yang lancar jika dua pengecualian yang diminta tidak memungkinkan.
"Kami sangat bangga dengan pekerjaan yang telah kami lakukan bersama Departemen, mendukung para prajurit di garis depan dengan aplikasi seperti analisis intelijen, pemodelan dan simulasi, perencanaan operasional, operasi siber, dan banyak lagi," tulis Amodei.
"Seperti yang kami nyatakan sebelumnya, kami tidak percaya, dan tidak pernah percaya, bahwa peran Anthropic atau perusahaan swasta mana pun adalah terlibat dalam pengambilan keputusan operasional, karenaitu adalah peran militer. Satu-satunya kekhawatiran kami adalah pengecualian kami pada senjata otonom dan pengawasan domestik massal, yang berkaitan dengan area penggunaan tingkat tinggi, dan bukan pengambilan keputusan operasional," Amodei menegaskan.
Terakhir, Amodei mengatakan prioritas terpenting perusahaan saat ini adalah memastikan bahwa para prajurit dan pakar keamanan nasional tidak kehilangan alat-alat penting di tengah operasi tempur besar.
Anthropic akan menyediakan model-modelnya kepada DoW dan komunitas keamanan nasional, dengan biaya nominal dan dukungan berkelanjutan dari para engineer mereka, selama diperlukan untuk melakukan transisi tersebut, dan selama diizinkan untuk melakukannya.
(fab/fab) Add
source on Google