TikTok Mengaku Akun Pengguna Bisa Disadap, Kasih Alasannya

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Jumat, 06/03/2026 07:20 WIB
Foto: Logo TikTok ditampilkan di pintu masuk stan sementara perusahaan menjelang Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, 18 Januari 2025. (REUTERS/Yves Herman)

Jakarta, CNBC Indonesia - TikTok berterus terang bahwa fitur Direct Message tidak menggunakan enkripsi dari ujung ke ujung (E2EE). Langkah ini agak berbeda dengan sejumlah platform seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook yang telah mengadopsinya sejak lama.

Fitur E2EE disebut jadi salah satu upaya keamanan, karena isi percakapan tidak bisa diintip siapapun termasuk pemilik platform tersebut. Hanya pengirim dan penerima pesan yang hanya dapat meluhat isi pesan.

Namun di luar jaminan keamanannya, E2EE menyulitkan pihak penegak hukum untuk melihat langsung ke dalam fitur.


Ini juga yang menjadi alasan TikTok tidak menggunakan E2EE. Perusahaan mengatakan figtur itu akan mencegah polisi dan tim keamanan membaca pesan langsung jika membutuhkannya, dikutip dari BBC, Kamis (5/3/2026).

Meski tanpa fitur tersebut, TikTok mengatakan semua DM masih dilindungi upaya keamanan. Yakni dengan enkripsi standar, seperti yang digunakan Gmail.

Fitur ini memang telah lama dikritik pemerintah, kepolisian dan badan perlindungan anak. Menurut mereka, E2EE dapat merugikan pengguna dan berbagi konten ilegal tanpa pihak berwenang atau platform bisa menyelidikinya.

Keputusan TikTok ini disebut dipuji industri media sosial Matt Navara sebagai lamngkah yang cerdas. Dengan cara ini, dia mengatakan platform bisa mengklaim telah memprioritaskan keamanan secara proaktif.

"Risiko pelecehan dan perlakuan tidak senonoh sangat nyata di DM, jadi TikTok sekarang bisa berargumen mereka memprioritaskan keamanan proaktif daripada absolutisme privasi yang menjadi slogan cukup ampuh," kata Navara.

Hal serupa juga disebutkan lembaga amal perlindungan anak Inggris, NSPCC. Lembaga itu menyambut baik keputusan yang diambil TikTok.

"Kita tahu betapa berisikonya platform terenkripsi ujung-ke-ujung untuk anak-anak, yang menghambat deteksi pelecehan dan eksploitasi seksual anak dan kontribusi pada penurunan global yang mengkhwatirkan," jelas wakil kepala kebijakan keselamat anak secara online, Rani Govender.

Menurut Internet Watch Foundation (IWF) memberikan apresiasi yang sama untuk TikTok. Kepala petugas teknologi IWF, Dan Sexton menyinggung platform dengan enkripsi ujung-ke-ujung namun tidak mempedilikan implikasinya.

"Pilihan sadar untuk mundur dari hal ini karena alasan keamanan adalah preseden yang penting," jelas Sexton.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tiktok di Amerika Serikat Resmi Diakuisisi!