Krisis Makin Parah, Beli Laptop dan PC Butuh Duit Minimal Segini
Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis memori global mulai menunjukkan dampak serius ke industri PC. Firma riset pasar Gartner memperingatkan bahwa PC entry-level dengan banderol di bawah US$500 (sekitar Rp 8,5 jutaan), berpotensi menghilang dari pasaran pada 2028.
Beberapa tahun lalu, PC atau laptop gaming murah masih bisa dibeli saat musim diskon tahunan. Meski mengandalkan grafis terintegrasi (iGPU) atau komponen generasi lama, perangkat tersebut cukup untuk kebutuhan dasar hingga gaming ringan.
Namun kini situasinya berubah. Lonjakan harga RAM dan komponen memori lain membuat struktur biaya produksi PC melonjak tajam. Dalam laporan terbarunya, Gartner menyebut biaya memori akan menyumbang 23% dari total biaya komponen (bill of materials/BOM) pada 2026, naik signifikan dari 16% pada 2025.
"Lonjakan biaya memori diproyeksikan mendorong pengiriman PC global turun 10,4% pada 2026," tulis Gartner dalam laporannya, dikutip dari PCGamer, Kamis (5/3/2026).
Analis Gartner, Atrwal, menegaskan kenaikan tersebut membuat vendor kesulitan menyerap tambahan biaya. Kenaikan tajam ini menghilangkan kemampuan vendor untuk menahan beban biaya, sehingga laptop entry-level dengan margin tipis menjadi tidak layak.
Ia menambahkan, pada akhirnya segmen PC entry-level di bawah US$500 diperkirakan akan hilang pada 2028.
Dampaknya tidak hanya dirasakan gamer. Selama ini, PC non-gaming tanpa GPU diskrit masih menjadi pilihan terjangkau bagi pelajar, pekerja rumahan, hingga keluarga yang hanya membutuhkan perangkat untuk produktivitas ringan.
Di akhir laporan, Gartner juga memberikan peringatan bagi para vendor. Disebutkan bahwa kenaikan harga memori akan paling keras menghantam pasar PC dan mengubah dinamika pasar.
Vendor disarankan untuk bersiap menghadapi penurunan volume penjualan demi menjaga profitabilitas, ketimbang mengorbankan margin hanya untuk mengejar pembeli yang sensitif terhadap harga.
Artinya, vendor tidak disarankan menyerap kenaikan biaya. Penjualan mungkin turun, namun itu dinilai lebih sehat dibanding memangkas margin keuntungan.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]