Harga Laptop Naik Gila-gilaan 2026, MacBook Terbaru Sudah Segini
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga laptop global diprediksi melonjak tajam pada 2026 seiring kombinasi strategi harga produsen dan dampak krisis chip global. Kenaikan ini mulai terlihat dari peluncuran lini terbaru MacBook Pro besutan Apple yang dibanderol lebih mahal dibanding generasi sebelumnya.
Pengumuman MacBook Pro dengan chip M5 Pro dan M5 Max memang datang lebih lambat dari perkiraan. Varian terbaru ini tersedia dalam ukuran 14 inci dan 16 inci. Pre-order dibuka pada 4 Maret dengan jadwal pengiriman mulai 11 Maret.
Namun, konsumen harus menyiapkan dana lebih. Apple menaikkan harga seluruh lini MacBook Pro terbaru. Model 14 inci dengan M5 kini dijual mulai US$1.699, naik dari sebelumnya US$1.599. Meski demikian, Apple menggandakan kapasitas penyimpanan dasar menjadi 1TB.
Untuk model 14 inci dengan M5 Pro, harga naik menjadi US$2.199 dari US$1.999. Sementara model 16 inci dengan M5 Pro dibanderol mulai US$2.699, naik dari US$2.499. Varian M5 Max bahkan lebih tinggi, dengan harga mulai US$3.599 untuk 14 inci dan US$3.899 untuk 16 inci.
Dari sisi spesifikasi, MacBook Pro 14 inci dapat dikonfigurasi dengan M5 Pro yang memiliki 15 atau 18 inti CPU serta 16 atau 20 inti GPU. Sementara, M5 Max menawarkan 18 inti CPU dengan pilihan 32 atau 40 inti GPU. Model dasar kini hadir dengan RAM 24GB atau 48GB serta penyimpanan mulai 1TB.
Pada model 16 inci, konfigurasi awal menggunakan M5 Pro dengan 18 inti CPU dan 20 inti GPU, serta opsi M5 Max yang sama seperti model 14 inci.
Kenaikan harga MacBook ini terjadi di tengah krisis kelangkaan chip, dipicu tingginya permintaan untuk chip AI sehingga membuat produsen chip 'mengesampingkan' produksi chip konvensional untuk produk elektronik konsumen, termasuk laptop dan HP.
Para produsen chip dilaporkan memprioritaskan produksi chip memori tingkat tinggi (HBM) untuk AI karena lebih menguntungkan. Hal ini membuat harga chip keseluruhan melambung, sehingga pabrikan perangkat elektronik menghadapi dilema, menaikkan harga jual untuk konsumen, atau menekan harga sembari tidak menawarkan peningkatan hardware untuk produk baru.
Analis dari Morningstar dan JP Morgan memperkirakan kenaikan harga ini bakal terus berlanjut hingga 2027 mendatang. Para analis mengemukakan kemungkinan tiap perusahaan harus meningkatkan harga jual 5 hingga 20%.
Krisis Chip Bikin Harga Laptop Naik
Terpisah, Asus beberapa saat lalu mengatakan pihaknya akan melakukan penyesuaian harga produk laptop yang dipasarkan di Indonesia karena ada dinamika rantai pasok komponen global.
"Sehubungan dengan dinamika rantai pasok komponen global, Asus akan melakukan penyesuaian harga pada produk laptop yang dipasarkan di Indonesia," ujar Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia Brama Setyadi kepada CNBC Indonesia, pada Januari 2026.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan serta kualitas produk yang perusahaan hadirkan bagi konsumen.
Brama menyebut bahwa penyesuaian harga akan berlaku secara merata di seluruh kategori segmen laptop Asus, sehingga dampaknya akan dirasakan secara menyeluruh tanpa membedakan kelas produk.
Adapun penyesuaian harga laptop Asus di Tanah Air akan mulai berlaku pada kuartal pertama 2026.
Di sisi lain, produsen komputer terbesar dunia, Lenovo Group, memperingatkan tekanan terhadap penjualan PC akibat krisis chip memori global yang melanda di 2026.
Chief Executive Lenovo, Yang Yuanqing, mengatakan, bahwa perusahaan telah menaikkan harga untuk menutup lonjakan biaya untuk pembelian chip memori yang langka. Di saat yang sama, perusahaan juga mempercepat ekspansi ke pasar komputasi kecerdasan buatan (AI) yang tumbuh pesat, khususnya untuk kebutuhan inferensi.
"Kami memperkirakan penjualan unit PC akan menghadapi tekanan, tetapi kami yakin kami masih dapat meningkatkan pendapatan dan mempertahankan profitabilitas," kata Yang, dikutip dari Reuters, awal Februari 2026.
Pernyataan tersebut mencerminkan tekanan yang dihadapi produsen PC, seiring kelangkaan chip memori yang dipicu tingginya permintaan untuk teknologi AI. Kondisi ini menekan margin keuntungan sekaligus mengancam target produksi.
(fab/fab) Add
source on Google