Nasib Driver Online Tetap Antar Makanan Diancam Rudal
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah konflik Timur Tengah, para driver pengantara online masih tetap sibuk. Layanan tetap buka di tengah ancaman rudal dan drone di kawasan tersebut.
Sejumlah layanan sempat gangguan pada Sabtu pekan lalu, saat serangan pertama terjadi, di Uni Emirat Arab. Namun kemudian layanan kembali bisa diakses dan memastikan masyarakat setempat bisa mendapatkan kebutuhan yang diinginkan.
Salah satunya adalah Careem. Pihak perusahaan memastikan keamanan operasional dan memberikan panduan keselamatan yang terus diperbarui kepada para pengemudi melalui grup WhatsApp dan SMS.
Careem juga tidak memaksa tiap drivernya untuk tetap bekerja, khususnya bagi mereka yang khawatir melakukannya.
Selain itu ada juga Uber yang memastikan masih beroperasi penuh di UEA. Termasuk layanan pengantaran makanan milik perusahaan, UberEats.
"Keselamatan dan kesejahteraan penumpang dan pengemudi mitra kami merupakan prioritas utama kami. Kami memantau situasi secara langsung dan akan terus beroperasi sesuai semua rekomendasi pemerintah," kata Uber dalam keterangannya dikutip dari Wired, Rabu (4/3/2026).
Meski semua berjalan seperti normal, namun banyak yang mengkritik keputusan menjalankan layanan di tengah situasi yang tidak pasti. Para pengemudi memiliki risiko yang sangat besar, sebab mereka bisa terkena puing-puing atau bahaya lain di jalanan.
Kekhawatiran lainnya adalah pengemudi akan menghabiskan banyak waktu di luar dalam bahaya saat tidak ada pesanan. Ini dilakukan untuk mereka dapat memenuhi kuota harian.
Seorang pengemudi pada Deliveroo juga menceritakan pengalamannya melakukan pengiriman pada agen logistik pihak ketiga. Dia mengatakan saat menolak bekerja maka akan dibebankan denda oleh agen.
Denda juga akan berlaku saat dia tidak memenuhi kuota pengiriman hariannya. Selain itu, dia mengatakan belum mendapatkan pedoman atau saran keselamatan dari perusahaan soal serangan yang tengah berlangsung.
Di sisi lain, pengemudi juga mendapatkan risiko kehilangan pendapatannya. Karena mereka mendapatkan penghasilan dari layanan yang diberikan.
Misalnya, pada sebagian besar platform pengiriman, mereka mendapatkan gaji pokok dan biaya per pengiriman yang diselesaikan. Para pengemudi juga akan mendapatkan insentif setelah mengantarkan makanan sebanyak mungkin.
Sementara di Uber, pengemudi mendapatkan bayaran saat melakukan penjemputan dan pengantaran, tarif, ditambah tip dari pelanggan. Pengemudi di sejumlah wilayah akan mendapatkan tarif per menit.
(dem/dem) Add
source on Google