Iran Balas Dendam Bombardir 'Harta Karun' AS di Timur Tengah

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Selasa, 03/03/2026 14:00 WIB
Foto: via REUTERS/2026 Planet Labs PBC

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik di Timur Tengah kini menyasar aset paling strategis Amerika Serikat (AS) di era digital, yakni pusat data (data centerA) dan infrastruktur komputasi awan (cloud).

Raksasa teknologi asal AS, Amazon, mengonfirmasi sejumlah data center-nya di Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain rusak akibat serangan drone yang diluncurkan Iran. Serangan ini merupakan aksi balasan setelah serangan AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.


Unit komputasi awan Amazon, Amazon Web Services (AWS), menyatakan dua fasilitas di UEA terkena serangan langsung, sementara satu fasilitas di Bahrain terdampak serangan drone di sekitarnya.

"Serangan-serangan ini menyebabkan kerusakan struktural, mengganggu pasokan listrik ke infrastruktur kami, dan dalam beberapa kasus memerlukan aktivitas pemadaman kebakaran yang mengakibatkan tambahan kerusakan akibat air," tulis AWS dalam pembaruan di laman resminya, dikutip CNBC Indonesia dari Reuters, Selasa (3/3/2026).

Perusahaan memperingatkan proses pemulihan akan berlangsung lama karena kerusakan fisik yang signifikan. Gangguan ini memukul sekitar selusin layanan inti cloud AWS, memaksa pelanggan, termasuk institusi keuangan, memindahkan operasional ke wilayah lain.

Untuk pertama kalinya, pusat data raksasa teknologi AS menjadi target langsung aksi militer. Jika sebelumnya Iran dan sekutunya menargetkan kilang, pipa, dan ladang minyak, kini infrastruktur digital dan AI masuk daftar sasaran.

UEA sendiri tengah diposisikan sebagai hub AI regional oleh perusahaan-perusahaan teknologi AS. Microsoft bahkan berencana menggelontorkan investasi hingga US$15 miliar hingga 2029 dan menggunakan chip dari Nvidia untuk memperkuat pusat data di kawasan tersebut.

Lembaga think tank Center for Strategic and International Studies sebelumnya telah memperingatkan bahwa di era komputasi, pusat data dan infrastruktur energi pendukungnya berpotensi menjadi target strategis dalam konflik modern.

Gangguan juga dirasakan sektor perbankan. Abu Dhabi Commercial Bank melaporkan platform dan aplikasi mobile mereka sempat tidak dapat diakses akibat gangguan TI regional, meski tidak secara langsung mengaitkannya dengan insiden AWS.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Dukung Transformasi Cloud ke AI, Data Center "Wajib" Punya Ini