Asosiasi Aplikasi Ojol Bilang Begini Soal THR 2026 Buat Driver
Jakarta, CNBC Indonesia - Bonus Hari Raya (BHR) akan kembali diberikan untuk kedua kalinya pada periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Direktur Eksekutif Modantara (Asosiasi Mobilitas dan Pengantaran Digital Indonesia), Agung Yudha menitipkan beberapa pesan terkait hal tersebut.
Salah satunya adalah harapan untuk pemerintah lebih bijaksana dan dapat berdialog secara luas dalam penyusunan kebijakan soal BHR untuk pengemudi ride hailing dan pengantara digital di tanah air.
"Yang pertama adalah berkaca dari tahun lalu, harapan kami dari Modantara untuk tahun ini pemerintah bisa lebih bijaksana dan juga membuka ruang dialog yang seluas-luasnya dalam menyusun kebijakan terkait dengan bonus hari raya untuk mitra pengemudi di sektor mobilitas dan pengantaran digital di Indonesia dengan tetap memperhatikan kemampuan ekonomi perusahaan yang berbeda-beda," kata Agung dalam Media Briefing, Jumat (27/2/2026).
Berikutnya adalah memperhatikan kesejahteraan mitra. Pihak aplikasi disebutnya sudah menyiapkan program BHR yang dilakukan dengan skema yang sesuai kemampuan perusahaan dan keberlangsungan industri.
"Yang kedua, kesejahteraan mitra, khususnya mitra pengemudi sebetulnya adalah salah satu hal utama yang menjadi perhatian para perusahaan atau platform. Dan oleh karenanya itu, perusahaan-perusahaan di sektor pengantaran dan mobilitas digital secara voluntary juga sudah menyiapkan program BHR dengan skema yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan masing-masing dan tetap mempertimbangkan keberlangsungan industri," dia menjelaskan.
Dia juga mengatakan BHR ini bersifat voluntary, Artinya dilakukan sebagai bagian iktikad baik dari perusahaan untuk mitra mereka.
"Bonus hari raya sifatnya adalah voluntary dan oleh karena itu pemberian bonus hari raya ataupun program-program terkait dengan harga besar keabanggaan lain yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan sebetulnya adalah bagian dari itikad baik yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan atau platform untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dari para mitra," ucap Agung.
Ditemui beberapa waktu lalu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan telah melakukan diskusi dengan pihak terkait soal BHR 2026. Dia menyebut hasilnya sangat baik.
Namun kepastian BHR ini masih perlu menunggu. Dia mengatakan akan ada Surat Edaran Menteri khusus soal aktivitas terbentuk.
"Tentu, dan malah kita tentu berharap lebih baik. Belum, nanti kita umumkan nanti, sesudah yang ada bersamaan THR-THR dan situasi itu," ucap dia.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]