Banyak Gen Z Masuk Kuliah Tidak Bisa Baca, Dosen Sampai Nyerah

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
27 February 2026 13:50
gen z
Foto: gen z

Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan dari Fortune yang mewawancarai sejumlah profesor di kampua ternama mengungkapkan fenomena tidak biasa terjadi di kampus Amerika Serikat (AS), yakni kemampuan membaca mahasiswa gen Z yang sangat rendah. Masalah ini bahkan membuat para dosen menyerah.

Mereka telah menurunkan standar akademiknya. Dengan begitu proses belajar mengajar tetap bisa berjalan.

Para pengajar juga mengaku kesulitas memberikan tugas membaca. Sebab kemampuan mereka untuk memahami teks dinilai sudah jauh sangat menurun.

Hal ini juga diakui oleh profesor sastra di Pepperdine University, Jessica Hooten Wilson. Dia menngatakan para mahasiswa gen Z itu tidak mampu membaca sebuah kalimat.

Fakta ini membuat dia menghapus tugas membaca di luar kelas. Sebagai gantinya, dia mengadakan membaca bersama di dalam kelas baris per baris namun ternyata tidak juga efektif.

"Saya merasa harus membaca keras-keras karena tidak ada yang membaca malam sebelumnya," kata Wilson.

"Bahkan ketika dibacakan di kelas, masih banyak hal yang tidak mampu mereka proses dari kata-kata yang ada di halaman," imbuhnya.

Fenomena yang sama juga diceritakan oleh Timothy O'Malley seorang profesor teologi dari University of Notre Dame. Dia mengatakan tugas membaca 25-40 halaman yang pernah dilakukannya di masa lalu dianggap tidak bisa dilakukan saat ini.

Menurutnya pola membaca Gen Z hanya sebatas scanning, atau dalam hal ini bertahan dengan ringkasan berbasis AI.

"Hari ini, jika Anda memberikan bacaan sebanyak itu, mereka sering kali tidak tahu harus bagaimana," ujarnya.

Sejumlah akademisi menilai masalah ini karena sejumlah faktor struktural. Mulai dari sistem pendidikan yang semakin rapuh, pembelajaran terputus saat Covid-19, hingga kebiasaan mengonsumsi informais bergeser dari teks ke video serta format audio.

Kemampuan membaca yang memburuk juga terjadi di tingkat nasional. Jumlah orang dewasa yang membaca untuk hiburan turun 40% dalam 20 tahun terakhir.

Selain itu, survei Program for the International Assessment of Adult Competencies (PIAAC) menemukan 59 juta warga dapat membaca pada dengan kompetensi terendah.

Artinya generasi muda di AS hampir tidak mampu berhadapan dengan teks tertulis.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Fenomena Banyak Gen Z Masuk Kuliah Tidak Bisa Baca, Dosen Menyerah


Most Popular
Features