Elon Musk Tunjuk Antek Kartel Narkoba, Presiden Langsung Bereaksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengungkap kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap Elon Musk setelah dituduh memiliki keterkaitan dengan kartel narkoba.
Sheinbaum menegaskan tim hukumnya tengah mengkaji opsi tersebut. "Kami sedang mempertimbangkan apakah akan mengambil tindakan hukum. Para pengacara sedang menelitinya," ujarnya dikutip dari AlJazeera, Kamis (26/2/2026).
Pernyataan itu merespons unggahan Musk di media sosial yang menyebut Sheinbaum tunduk pada kartel.
Ia bahkan menyindir bahwa presiden Meksiko hanya mengatakan apa yang diperintahkan bos kartelnya untuk dikatakan.
"Dia hanya mengatakan apa yang diperintahkan bos kartelnya untuk dikatakan," tulis Musk menanggapi video tersebut.
"Anggap saja bahwa hukuman atas ketidakpatuhan sedikit lebih buruk daripada 'rencana peningkatan kinerja'."
Sheinbaum menyebut tudingan bahwa ia memimpin narco-government sebagai tuduhan aneh yang tidak berdasar. "Itu runtuh dengan sendirinya. Mereka bahkan sudah tidak tahu lagi harus mengarang apa. Sejujurnya, itu menggelikan," katanya.
Kontroversi ini muncul di tengah meningkatnya kekerasan setelah tewasnya bos kartel Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho. Ia ditembak aparat dan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah dilacak militer di Tapalpa, Meksiko tengah.
Kematian El Mencho memicu gelombang kekerasan dari kelompoknya, Kartel Generasi Baru Jalisco, termasuk pemblokiran jalan, pembakaran, dan bentrokan dengan aparat. Puluhan orang dilaporkan tewas.
Sebagai pengkritik vokal pemerintahan sayap kiri seperti pemerintahan Sheinbaum, Musk dikenal dekat dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang juga mendorong aksi militer lebih besar terhadap kartel.
Trump sendiri sebelumnya menuding Sheinbaum tidak efektif dan bahkan menyatakan, "Dia tidak menjalankan Meksiko. Kartel yang menjalankan Meksiko."
Pemerintahan Trump melalui Departemen Luar Negeri juga mendesak Meksiko meningkatkan upaya terhadap kepemimpinan kartel, laboratorium narkoba ilegal, hingga jaringan keuangan gelap.
Meski demikian, Sheinbaum menegaskan pemerintahannya telah mengambil langkah tegas, termasuk mengerahkan hampir 10.000 anggota Garda Nasional ke perbatasan utara untuk memberantas perdagangan fentanyl serta mengekstradisi puluhan tersangka ke AS sepanjang 2025.
Sheinbaum kembali menolak wacana intervensi sepihak AS, dengan alasan hal tersebut melanggar kedaulatan negara. Namun, Trump berulang kali memperingatkan bahwa AS sedang mempertimbangkan serangan militer di wilayah Meksiko.
"Sesuatu harus dilakukan terhadap Meksiko," ujarnya kepada Fox News.
(fab/fab) Add
source on Google