Gerhana Bulan Total 3 Maret Bisa Dilihat di Langit RI, Catat Jadwalnya

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
27 February 2026 11:42
Sebuah pesawat terbang di depan bulan purnama menjelang gerhana bulan total dan bulan darah pada 08 November 2022 di Sydney, Australia. Warga Australia akan mengalami gerhana bulan total pertama yang terlihat tahun ini pada hari Selasa, ABC melaporkan, dengan gerhana juga terlihat dari Selandia Baru. "Blood Moon" adalah yang pertama dari jenisnya untuk tahun ini, dan terakhir kali wilayah tersebut akan melihat gerhana bulan penuh hingga tahun 2025. (Matt Blyth/Getty Images)
Foto: Sebuah pesawat terbang di depan bulan purnama menjelang gerhana bulan total dan bulan darah pada 08 November 2022 di Sydney, (Getty Images/Matt Blyth)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) yang akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dapat diamati dari Indonesia. Peristiwa ini menjadi satu dari empat gerhana yang terjadi sepanjang tahun 2026.

BMKG menjelaskan, gerhana bulan merupakan peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak seluruh cahayanya sampai ke Bulan.

Fenomena ini terjadi akibat dinamika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, dan hanya dapat berlangsung saat fase purnama. Karena pergerakannya dapat dihitung secara presisi, peristiwa gerhana dapat diprediksi sebelumnya.

Secara khusus, Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Matahari-Bumi-Bulan berada dalam satu garis lurus. Dalam kondisi tersebut, Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

Saat puncak gerhana, Bulan berpotensi tampak berwarna merah apabila langit cerah. Warna merah tersebut terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

Cahaya Matahari yang melewati atmosfer akan terhambur, di mana panjang gelombang pendek seperti biru lebih banyak tersebar, sementara panjang gelombang panjang seperti merah tetap lolos dan mencapai permukaan Bulan. Akibatnya, Bulan terlihat kemerahan dari Bumi.

BMKG mencatat, fase total Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 akan berlangsung mulai pukul 18.03 WIB. Puncak gerhana terjadi pada pukul 18.33 WIB, sementara fase total berakhir pada pukul 19.03 WIB. Adapun durasi totalitas gerhana tercatat selama 59 menit 27 detik.

Sepanjang tahun 2026, BMKG mencatat terdapat empat kali gerhana, dengan rincian sebagai berikut:

1. Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.

2. Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia.

3. Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.

4. Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Agustus 2026 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Heboh 3I/ATLAS Diduga Alien Mendekat ke Bumi, Manusia Bisa Punah


Most Popular
Features