Pengakuan Miris Warga Kecanduan Medsos, Psikolog Buka Suara

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
26 February 2026 16:55
Infografis: Penduduk 20 Negara Ini Kecanduan Smartphone
Foto: Infografis/Penduduk 20 Negara Ini Kecanduan Smartphone/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Penggunaan media sosial berlebihan untuk anak di bawah dinilai berdampak besar pada kesehatan mental penggunanya. Informasi ini terungkap dalam persidangan perdata yang dilakukan di Los Angeles Amerika Serikat (AS).

Psikolog berlisensi, Victoria Burke, menjadi saksi dalam persidangan yang menguji apakah perusahaan teknologi besar bisa diminta pertanggungjawaban atas desain aplikasi karena memicu masalah kesehatan mental pada anak muda.

Dia menjadi saksi pengacara penggugat yang disebut di pengadilan sebagai Kaley GM. Sang penggugat telah menggunakan media sosial YouTube sejak 6 tahun dan Instagram pada 9 tahun.

Kepada para juri, Burke mengatakan sempat mendiagnosis Kaley menderita gangguan kecemasan umum yang kemudian direvisi menjadi fobia sosial dan gangguan dismorfik tubuh.

Burke tidak menarik kesimpulan soal dampak media sosial yang menyebabkan masalah pada Kaley. Namun dalam pemeriksaan silang, dia mengatakan pengalaman media sosial menjadi faktor pada masalah mentalnya.

Kaley kerap mengeluh mendapatkan perundungan di internet oleh teman-temannya. Gadis itu juga mengaku kepada Burke telah 'menghapus' dirinya dari media sosial sebelum akhirnya kembali lagi, dikutip dari Reuters, Kamis (26/2/2026).

Meski begitu, Burke mengakui penggunaan media sosial Kaley tidak sepenuhnya negatif. Karena gadis itu mengatakan menikmati membuat video untuk kemudian diunggah di platform, namun tetap frustasi saat ada yang mengambil kredit atas karyanya.

Gagasan soal kecanduan media sosial sendiri, Burke mengatakan belum muncul sebagai fenomena yang diakui di bidangnya. Begitu juga belum termasuk dalam diagnosis pada teks utama profesional kesehatan mental AS Diagnostic and Statistical Manual edisi terbaru.

Sementara Meta merujuk pada catatan kesehatan Kaley yang menyebut ada riwayat pelecehan verbal dan fisik. Selain itu dia juga memiliki hubungan yang tegang dengan orang tua setelah bercerai saat usia Kaley tiga tahun.

Pengacara YouTube mengatakan Kaley telah gagal menggunakan fitur untuk melindungi pengguna dari praktik bullying. Termasuk alat yang dirancang untuk menghapus komentar dan membatasi waktu menonton video.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Aturan Baru Instagram, Siap-siap Akun Jenis Ini Bakal 'Hilang'


Most Popular
Features