Marak Gaya Penipuan Baru di Medsos, Rekening Ludes Seketika

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Selasa, 24/02/2026 17:40 WIB
Foto: Deepfake. (Dok. CNBC.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Deepfake makin banyak dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan penipuan di ranah digital. Bahkan, penipuan itu tercatat mampu menguras triliunan rupiah dari video palsu yang beredar di media sosial.

Studi perusahaan keamanan siber SkyShark menyebutkan penipuan dan skema dengan deepfake merugikan hingga 930 juta euro atau Rp 18,4 triliun sepanjang tahun lalu. Kenaikan cukup signifikan dalam satu tahun yang hanya 304 juta euro (Rp 6 triliun) atau naik tiga kali lipat pada 2024.


Lalu bagaimana modus ini berjalan?

Euronews melaporkan penipuan deepfake paling menguntungkan yang meniru orang terkenal dengan menggabungkan video serta audio. Konten itu berisi promosi investasi palsu, dikutip Selasa (23/2/2026).

Salah satunya pernah terlihat pada video deepfake yang berisi pidato Presiden Polandia Karol Nawrocki. Dia dibuat seakan mempromosikan sebuah platform investasi palsu.

Video deepfake yang juga baru-baru ini tersebar adalah Kanselir Jerman Friedrich Merz seolah mengajak masyarakat mendaftar ke platform investasi tertentu.

Bukan hanya itu, penipuan deepfake yang menggunakan metode percintaan juga tengah mengalami peningkatan. Penipu akan menggunakan video dan audio realistis untuk membangun hubungan romantis palsu dengan korban.

Setelah korban percaya, pelaku akan meminta uang dengan berbagai alasan. Hal ini pernah dialami seorang wanita Perancis yang tertipu aktor Brad Pitt palsu dan kehilangan 800 ribu euro (Rp 15,8 miliar) karena diminta untuk melakukan prosedur medis.

Penipuan jenis ini beroperasi secara global, dengan pusat-pusatnya berasal dari Afrika Barat khususnya Nigeria dan Ghana, serta Asia Tenggara.

Dari segi jumlah uang, mungkin penipuan percintaan jauh lebih kecil dari penipuan investasi. Namun korban terdampak dari segi psikologis.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pengguna iPhone Tak Bisa Pakai QRIS Terbaru, Apple Datangi BI