Bersiap Krisis Hantam 2026, Perusahaan Bangkrut Pabrik Setop Produksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis memori yang terjadi sejak akhir tahun lalu diperkirakan terus berlanjut. Kondisi ini akan semakin parah, karena diperkirakan akan ada banyak perusahaan yang bangkrut.
CEO spesialis memori Phison, Pua Kheing Sen mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah wawancara belum lama ini. Dia memperkirakan kebangkrutan akan terjadi tahun ini.
Hampir semua pasar elektronik terdampak. Salah satunya smartphone yang diperkirakan pasarnya menyusut hingga 200-250 juta unit.
"Industri elektronik konsumen mengalami banyak kegagalan. Mulai akhir tahun ini hingga 2026, banyak vendor akan bangkrut atau menghentikan lini produk karena kekurangan memori," jelasnya dikutip dari PC Gamer, Jumat (20/2/2026).
"Produksi telepon seluler berkurang 200-250 juta unit, dan produksi PC serta TV berkurang signifikan," dia melanjutkan.
Krisis pasokan memori ini telah diprediksi banyak pihak terus berlanjut. Pua juga mengatakan para produsen memperkirakan kondisi tersebut berlangsung hingga 2030, atau bahkan bisa mencapai 10 tahun lagi.
Selain itu, dia menyoroti perbedaan perilaku produsen memori. Mereka disebut meminta pembayaran di awal selama tiga tahun, yang ternyata tidak pernah terjadi sebelumnya.
Meskipun upaya penambahan produksi terus dilakukan, nampaknya juga tidak akan bisa mengisi kebutuhan yang mencapai 10-20%. Termasuk investasi dari raksasa teknologi seperti Samsung, Micron hingga SK Hynix, yang membutuhkan waktu dua tahun hingga produksi dilakukan.
"Kondisi China terbatas, kapasitas baru hanya akan menyumbang 3-5% dari total global pada tahap awal, yang tidak akan mencukupi mengisi kesenjangan 10-20%; permintaan domestik China sangat besar, jadi tidak akan ada arus keluar dengan barang murah," jelasnya.
(dem/dem)