Orang Terkaya Asia Siapkan Amunisi Jadi Raja Dunia, Amerika Minggir

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Rabu, 18/02/2026 19:40 WIB
Foto: Infografis/Skandal Orang Terkaya Asia, Harta Nguap-Minta Tolong Negara/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Konglomerat India, Adani Enterprises menyiapkan kekuatan untuk memajukan negaranya dalam perlombaan AI. Upayanya butuh uang tak sedikit, sebab perusahaannya menyiapkan US$100 miliar (Rp 1.689 triliun) untuk mewujudkan impian itu.

Uang tersebut akan digunakan untuk membangun data center AI dengan tenaga energi terbarukan pada 2035 mendatang. Selain itu juga untuk ketahanan jaringan listrik dan komputasi AI.


Dengan investasi itu, Andani mengharapkan bakal memicu tambahan US$150 miliar (Rp 2.533 triliun) pada seluruh industri termasuk manufaktur dan cloud. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem infrastruktur AI US$250 miliar (Rp 4.222 triliun) di seluruh negeri.

"Selama beberapa dekade, kami mengimpor teknologi. Sekarang, kami yang membangun tulang punggungnya," kata Chairman, Gautam Adani dalam akun X, dikutip dari Reuters, Rabu (19/2/2026).

Sebagai tambahan, Adani akan membangun kapasitas data center 2 gigawatt dan meningkatkannya hingga 5 gigawatt. Rencananya akan ada platform data center yang terintegrasi di seluruh dunia.

Namun pihak perusahaan tidak memberikan jangka waktu untuk upaya itu bisa terwujud.

Adani juga akan menginvestasikan US$55 miliar (Rp 928,9 triliun) dalam rangka memperluas portofolio energi terbarukannya. Salah satunya untuk menyimpan energi baterai paling besar di muka Bumi.

India diketahui jadi salah satu negara tujuan banyak perusahaan besar untuk AI. Sebut saja Google, Amazon, Meta, Microsoft, serta sejumlah perusahaan dalam negeri seperti Reliance dan TCS.

Adani juga telah melakukan kerja sama dengan Google untuk pusat data AI di India. Raksasa mesin pencarian berinvestasi US$15 miliar (Rp 253,3 triliun) selama lima tahun membangun data center AI, jadi yang terbesar untuk perusahaan di negara tersebut.

Langkah ambisius Adani menambah sengitnya 'perang' di sektor AI yang selama ini didominasi China dan Amerika Serikat (AS). Kita lihat saja siapa akhirnya yang akan menguasai dunia melalui sektor AI!


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Solusi Kelistrikan Yang Penting Bagi Proyek Data Center Era AI