Warga Ogah Beli HP China, Nasib Pedagang Memprihatinkan
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri HP China sedang tidak baik-baik saja. Di tengah krisis chip memori global, antusiasme yang tinggi terhadap seri iPhone 17 membuat para pemain lokal harus pasrah kinerjanya merosot.
Sepanjang Januari 2026, penjualan HP di China anjlok 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut firma riset Counterpoint, dikutip dari Reuters, Jumat (13/2/2026).
Huawei masih menduduki posisi 'raja' pada Januari 2026, meskipun penjualannya merosot 27% secara tahun-ke-tahun (YoY). Mayoritas pemain lokal terpaksa harus membukukan penurunan doubel-digit di awal tahun. Xiaomi tenggelam paling tajam, hampir 36% YoY, pada Januari 2026.
Apple dikatakan menjadi satu-satunya pabrikan HP yang mencatat pertumbuhan positif di China pada Januari 2026. Varian iPhone 17 Pro 'Cosmic Orange' yang mencolok ternyata membawa 'hoki' besar bagi raksasa asal Cupertino, Amerika Serikat.
Varian tersebut viral di China, bahkan disebut-sebut sebagai 'Hermes Orange' oleh warga setempat. Inovasi desain dan tawaran warna 'berani' ternyata mampu mengubah nasib Apple, setelah beberapa kuartal menghadapi tekanan kompetisi di China.
Krisis Chip Hantam HP China Murah
Di saat bersamaan, krisis chip memori global masih terus menghantui industri HP secara keseluruhan. Krisis yang terjadi dikatakan akan menjadi pukulan lebih keras bagi produsen HP yang menyasar segmen kelas bawah (low-end).
Techwire Asia melaporkan para produsen HP tak bisa mendapatkan DRAM dan NAND yang cukup untuk perangkat low-end, sehingga harus berhadapan dengan pilihan sulit. Bisa jadi harga HP murah akan dinaikkan sehingga tak lagi semurah dulu. Opsi lainnya adalah memangkas fitur-fitur yang sebelumnya sudah dianggap standar.
Harga kontrak DRAM konvensional diperkirakan akan melonjak 90-95% secara kuartalan pada Q1 2026, sementara harga flash NAND akan naik 55-60%, menurut proyeksi revisi terbaru dari perusahaan riset pasar TrendForce.
Peningkatan dramatis dari perkiraan sebelumnya sebesar 55-60% dan 33-38%, menandakan kelangkaan chip memori mengalami eskalasi yang kian cepat.
Kelangkaan chip memori global dikatakan paling terdampak di pasar Asia-Pasifik. Pasalnya, HP murah mendominasi wilayah ini. HP murah umumnya mengambil margin tipis, sehingga ruangnya sangat kecil untuk menghadapi harga chip memori yang naik gila-gilaan.
Firma riset Counterpoint telah memangkas proyeksi pertumbuhan pengapalan HP global untuk 2026 menjadi minus 2,1%. Pabrikan HP China seperti Honor, Oppo, dan vivo, mendapat revisi pengapalan yang paling tajam. Ketiganya diramalkan akan mencatat pertumbuhan minus lebih dari 1% hingga kurang dari 4%.
Biaya komponen untuk HP low-end dengan kisaran harga di bawah US$200 (Rp3,3 jutaan) telah meningkat 25% sejak awal 2025. Sementara segmen kelas menengah (mid-range) dan kelas atas (high-end) masing-masing mengalami peningkatan sebesar 15% dan 10%, menurut Counterpoint.
Harga chip memori masih berpotensi naik 40% sepanjang Q2-2026, sehingga bisa menambah biaya produksi sekitar 8%-15%. Kemungkinan manufaktur harus menelan sendiri risiko ini atau membagi beban dengan menaikkan harga jual ke konsumen.
Rata-rata harga jual HP diramalkan akan naik 6,9% secara tahun-ke-tahun (YoY) di 2026. Persentase itu meningkat dari proyeksi sebelumnya pada September 2025 yang mematok peningkatan 3,6%.
Bagi pasar seperti Asia Tenggara dan India, di mana perangkat dengan harga di bawah US$200 mendorong volume penjualan, ini merupakan pergeseran mendasar dalam dinamika keterjangkauan harga.
(fab/fab)[Gambas:Video CNBC]