Luhut Ajak Bank Dunia Resmikan Reformasi GovTech RI

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
13 February 2026 12:10
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan untuk mendirikan pusat family office di Bali.
Foto: Ritzy Dika

Jakarta, CNBC Indonesia - Reformasi GovTech akan dilakukan secara bertahap dengan target peluncuran pada Oktober 2026. Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut B. Panjaitan dalam peluncuran situs resmi DEN, Jumat (13/2/2026).

Luhut pun menuturkan peluncuran ini akan dilakukan oleh Bank Dunia atau World Bank bersama Presiden Prabowo Subianto.

"Kita lakukan tapi bertahap, bertingkat, berlanjut, dan Oktober tahun ini saya minta Pak Presiden. Nanti rollout oleh Presiden dan Bank Dunia," kata Luhut.

Dia mengaku telah menelepon Presiden Bank Dunia Ajay Banga agar dapat hadir dalam peluncuran. Dia memiliki alasan mengapa Indonesia akan mengundang Bank Dunia. Ini karena dia ingin GovTech RI menjadi contoh model dunia.

"Kenapa saya minta World Bank karena akan menjadi contoh model dunia, bahwa GovTech Indonesia itu menjadi game changer di negeri ini, membuat Indonesia ini menjadi lebih hebat," tegas Luhut.

Agar efisien, Luhut mengusulkan agar PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. ditugaskan sebagai penyedia infrastruktur. Luhut menjelaskan bahwa penerapan teknologi akan berdampak besar karena bakal mengurangi potensi penyimpangan oleh manusia. Pemerintah harus mencari titik keseimbangan yang pas dalam penggunaan teknologi dan manusia.

"Ini seperti membuat, mencari equilibrium yang pas dengan teknologi dan memaksa orang untuk sedikit bertemu dengan orang. Dia bertemu dengan mesin, yang akibatnya membuat efisiensi, mengurangi korupsi, dan dari membuat Indonesia ini lebih efisien," katanya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Internet Murah 100 Mbps Diumumkan Bulan Depan, Ini Prosesnya


Most Popular
Features