Krisis 2026 Harga Komputer Melejit, Merek China Ini Malah Diskon Besar

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Jumat, 13/02/2026 08:55 WIB
Foto: Harga RAM di Indonesia mengalami kenaikan sejak beberapa bulan lalu. Fenomena tersebut terjadi saat krisis chip RAM terjadi secara global. (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Changxin Memory Technology (CXMT) melakukan langkah berani di tengah fenomena kenaikan harga RAM yang terjadi di global. Produsen memori asal China itu memilih meluncurkan modul memori dengan harga jauh lebih murah daripada yang ada di pasar.

Mengutip Technetnooks, Jumat (13/2/2026), memori DDR4 3200 ECC 32GB dibanderol US$138 hingga US$140 (Rp 2,32 juta-Rp 2,35 juta). Harga itu sepertiga dari kisaran harga yang ada saat ini untuk produk serupa senilai US$300-US$400 (Rp 5 juta-Rp 6,7 jutaan).

CXMT juga berencana memperluas kapasitas produksinya di Shanghai. Fasilitas itu akan dua hingga tiga kali lebih besar dari kantor pusat perusaaan Hefnei.


Kapasitas produksi terbaru milik CXMT diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2027 mendatang.

Sementara itu, produsen lain Yangtze Memory Technologies (YMTC) juga melakukan pengembangan fasilitas. Operasional proyek Wuhan Fase III akan lebih cepat dari CXMT, yakni paruh kedua tahun 2026.

Perusahaan berencana menggunakan setengah dari kapasitas itu untuk produksi DRAM.

Sejak beberapa bulan lalu, harga RAM terus mengalami kenaikan secara drastis. Pasokan yang berkurang ditambah permintaan masif dari pusat data AI untuk DRAM membuat harga produk terus tidak terkendali.

Perkembangan AI yang masif membuat DRAM banyak dicari. Ini digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur komputasi milik perusahaan.

Harga RAM yang terlampau tinggi ini juga membuat kenaikan harga pada sejumlah produk lain, mulai dari smartphone hingga motherboard.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: RobCo Raih Pendanaan USD 100 Juta, Kembangkan Physical AI