Google Lagi 'BU' Parah, Pertama Kali Harus Lakukan Ini

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Rabu, 11/02/2026 11:15 WIB
Foto: REUTERS/Francis Mascarenhas

Jakarta, CNBC Indonesia - Google mulai mengambil langkah serius untuk membiayai ambisi kecerdasan buatan (AI) mereka. Induknya, Alphabet, untuk pertama kalinya menerbitkan obligasi berjangka 100 tahun, langkah yang sangat jarang dilakukan perusahaan teknologi.

Penerbitan obligasi super panjang ini menjadi bagian dari penggalangan dana global senilai US$31,51 miliar atau setara Rp528 triliun. Langkah tersebut dilakukan di tengah lonjakan belanja AI yang membuat kebutuhan modal raksasa teknologi AS melonjak tajam.


Obligasi 100 tahun tersebut diterbitkan senilai 1 miliar pound sterling dengan bunga 6,125%. Menariknya, permintaan investor mencapai hampir 10 kali lipat dari target awal, menandakan minat tinggi terhadap utang jangka super panjang milik Google.

Ini menjadi penerbitan obligasi 100 tahun pertama di industri teknologi sejak Motorola melakukannya pada 1997.

Chief Investment Officer BNY, Jason Granet, mengatakan langkah tersebut mencerminkan besarnya investasi teknologi saat ini.

"Hari ini kita melihat penerbitan utang 100 tahun oleh Google. Itu mencerminkan besarnya belanja modal dan investasi yang terjadi di pasar dan sektor teknologi," ujar Granet, dikutip dari Reuters, Rabu (11/2/2026).

Selain obligasi 100 tahun, Alphabet juga menerbitkan obligasi senilai 5,5 miliar pound sterling dalam lima tahap, serta 3,055 miliar franc Swiss dengan tenor tiga hingga 25 tahun. Secara terpisah, perusahaan juga menjual obligasi US$20 miliar dengan jatuh tempo hingga 2066.

Langkah agresif ini memicu kekhawatiran investor. Pasalnya, imbal hasil dari investasi AI dinilai belum sebanding dengan besarnya belanja yang dikeluarkan perusahaan teknologi.

Tahun ini, belanja modal empat raksasa teknologi, Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta, diperkirakan mencapai setidaknya US$630 miliar, dengan fokus utama pada pembangunan pusat data dan chip AI.

Sejumlah analis menilai langkah Alphabet menerbitkan obligasi 100 tahun menandakan pergeseran model bisnis Big Tech, dari perusahaan berbasis perangkat lunak yang ringan aset, menjadi bisnis infrastruktur jangka panjang yang membutuhkan pembiayaan besar.

"Obligasi 100 tahun biasanya hanya diterbitkan pemerintah atau utilitas dengan arus kas sangat stabil. Ini menunjukkan investor bersedia mengambil risiko jangka sangat panjang terkait investasi AI," kata analis eToro, Lale Akoner.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Digitalisasi Bikin Bisnis F&B RI Lebih Canggih Dari Malaysia Cs