Amerika Tinggal Tunggu Waktu, China Sudah Mau Menyerah
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China dilaporkan sudah 'legowo' mengizinkan 'serbuan' chip AI canggih buatan Amerika Serikat (AS) masuk ke negaranya. Sebelumnya, otoritas bea cukai China sempat menegaskan bahwa chip H200 buatan Nvidia dilarang masuk.
Tarik-ulur antara pemerintahan AS dan China memang sudah berlangsung lama, sejak era pemerintahan Joe Biden. AS berkali-kali melancarkan kebijakan pembatasan ekspor chip AI dan alat pembuat chip canggih dari negaranya dan sekutu ke China.
Namun, China justru makin termotivasi untuk mengembangkan chip secara mandiri. Pemerintahan Xi Jinping bahkan belakangan percaya diri meminta perusahaan-perusahaan China berhenti menggunakan chip AS dan beralih ke chip lokal.
Namun, sikap Trump melunak pasca negosiasi panjang dengan CEO Nvidia Jensen Huang, ditambah pertemuan dengan Xi Jinping di Busan pada akhir 2025 lalu. Trump akhirnya mengizinkan ekspor chip H200 yang merupakan prosesor tercanggih kedua buatan Nvidia ke China. Syaratnya, pemerintah AS meminta pungutan 25% untuk setiap penjualan chip tersebut ke China.
Lampu hijau dari Trump tak langsung disambut positif oleh Xi Jinping. Sempat terjadi penolakan, tetapi informasi terbaru menyebut China akhirnya menyetujui impor pertama H200, menurut dua sumber Reuters.
Persetujuan awal ini meliputi ratusan ribu chip H200 yang dijamin masuk ke China. Keputusan ini berbarengan dengan kunjungan CEO Nvidia, Jensen Huang, ke China, pada pekan ini, menurut beberapa sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Salah satu sumber menyebut persetujuan H200 tahap awal dialokasikan untuk tiga perusahaan internet besar di China. Adapun perusahaan-perusahaan lain bergabung dalam antrean untuk persetujuan selanjutnya. Sumber tersebut menolak menjabarkan perusahaan apa saja yang akan pertama kali menerima chip H200 secara legal.
Xi Jinping Belum Beri Pengumuman Resmi
Kendati demikian, hingga kini Xi Jinping belum secara formal mengumumkan negaranya menerima serbuan chip Nvidia ke China. Di saat bersamaan, Jensen Huang mengungkapkan harapannya bahwa Xi Jinping akan segera mengizinkan Nvidia menjual H200 ke China.
Huang tiba di Taipei setelah perjalanan ke China. Ia datang untuk mengunjungi para konsumen, mitra, dan pejabat pemerintah setempat.
"Lisensi resmi untuk H200 sedang difinalisasi. Saya berharap pemerintah China akan segera mengizinkan Nvidia untuk menjual H200. Mereka harus memutuskannya. Saya antusias menyambut keputusan yang menyenangkan," kata Huang kepada wartawan di bandara Songshan, Taipei.
"Saya rasa H200 sangat bagus untuk kepemimpinan AS. Chip ini juga sangat baik untuk pasar China. Para konsumen akan sangat senang jika bisa mendapatkan H200," Huang menambahkan.
"Kita cuma harus menunggu dengan sabar," ujarnya.
Namun, persetujuan tersebut disertai dengan syarat-syarat yang menurut salah satu sumber terlalu ketat, dan pelanggan belum mengubah persetujuan tersebut menjadi pesanan pembelian.
Huang mengatakan perusahaan belum menerima informasi tersebut dan pemahamannya adalah bahwa pemerintah China masih dalam proses pengambilan keputusan. Dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
China belum memberikan alasan mengapa tidak segera menyetujui impor H200 ke negara itu, tetapi Beijing ingin menyeimbangkan pemenuhan permintaan industri AI-nya dengan pengembangan industri semikonduktor domestiknya.
H200, chip AI terkuat kedua Nvidia, telah menjadi titik panas utama dalam hubungan AS-China. Terlepas dari permintaan yang kuat dari perusahaan-perusahaan China dan persetujuan AS untuk ekspor, keraguan Beijing untuk mengizinkan impor telah menjadi penghalang utama pengiriman.
Huang juga mengatakan China memiliki banyak perusahaan chip yang kuat dan Nvidia perlu bersaing dengan cukup ketat.
"Hal pertama yang kami butuhkan adalah pesanan. Dan kami memiliki pasokan yang mendukung semua pelanggan kami yang ada," kata Huang ketika ditanya bagaimana dia akan mengelola kapasitas pengemasan, yang sudah terbatas, dengan mitra manufaktur TSMC.
"Jika H200 disetujui, kami akan bekerja sama dengan TSMC untuk menjadwalkan dan merencanakan pasokan serta mengirimkannya secepat mungkin," ia menuturkan.
(fab/fab)