Luhut Ketemu Airlangga, Bawa Rencana Besar Masa Depan RI

Zahwa Madijd, CNBC Indonesia
Kamis, 29/01/2026 16:05 WIB
Foto: Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dalam acara upacara penganugerahan tanda kehormatan Republik Indonesia, Istana Negara, (14/8/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melangsungkan pertemuan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasiona (DEN) Luhut Binsar Panjaitan di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Airlangga menjelaskan pertemuan tersebut membahas terkait perkembangan ekonomi dan berbagai program pemerintah, salah satunya program GovTech.

"Salah satunya adalah Pak Luhut punya program yang terkait dengan government teknologi govtech," ujar Airlangga kepada pewarta, Kamis (29/1/2026).


Menurut Airlangga, GovTech diperlukan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, termasuk yang telah diterapkan pada sektor logistik.

Tak hanya itu Airlangga menjelaskan sistem GovTech juga dapat digunakan menyelaraskan data ekspor impor untuk kerja sama dengan negara lain.

"Beberapa kan kita sudah lakukan juga yang untuk logistik. Dan juga kalau itu dikerjasamakan dengan negara lain maka ekspor-impor kita datanya bisa sama. Govtech itu menjadi hal yang diperlukan terutama untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi," ujarnya.

"Kita di ASEAN sudah punya ASEAN Single Window. Jadi kita tinggal bikin prototipenya saja," ujarnya.

Sebelumnya, Luhut menjelaskan pengembangan GovTech berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini nantinya akan membaca, mengolah, dan menyatukan data dari berbagai layanan pemerintahan, termasuk Online Single Submission (OSS).

Dengan AI, jelas Luhut, regulasi ribuan halaman dapat dianalisis hanya dalam hitungan detik sehingga mempercepat proses dan menutup celah penyalahgunaan.

"Sehingga dengan demikian tidak akan bisa ada yang disogok lagi. Akan sangat kurang. Sampai pada OSS, Online Single Submission, kita akan berbasis AI," ujar Luhut saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Selain itu, GovTech juga akan diintegrasikan dengan Mal Pelayanan Publik Digital Nasional (MPPDN) yang sedang dikembangkan untuk sektor kesehatan, khususnya perizinan tenaga medis dan tenaga kesehatan. Luhut menyebut integrasi ini ditargetkan dapat berjalan penuh dalam tiga tahun ke depan.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ungkap Kolaborasi Industri, Kesiapan Infrastruktur-Investasi AI