Ramai-ramai Perusahaan PHK Karyawan di 2026, Datanya Parah
Jakarta, CNBC Indonesia - PHK besar-besaran terus terjadi dalam kurang dari 30 hari pertama tahun 2026. Setidaknya ribuan orang jadi korban pemangkasan di perusahaan besar Amerika Serikat (AS) sepanjang bulan Januari saja.
Khusus di sektor teknologi, ada Amazon yang memangkas 16 ribu posisi di seluruh dunia. PHK ini jadi kedua terbesar dalam tiga bulan terakhir di perusahaan tersebut, dikutip dari Reuters, Kamis (29/1/2026).
Meta juga akan memecat 10% karyawan atau sekitar 1.500 orang di Reality Labs. PHK kemungkinan juga jadi akhir dari perjalanan Meta di Metaverse yang dikerjakan oleh unit bisnis tersebut.
Reality Labs sendiri berkembang dari divisi yang berfokus pada realitas virtual dan augmented (VR/AR). Salah satu yang dikerjakan adalah memproduksi kacamata pintar Ray Ban Stories dengan perangkat VR dan AR. Selain itu juga terdapat platform Horizon Worlds.
Pinterest juga melakukan pemecatan sekitar kurang dari 780 orang atau 15% dari total tenaga kerja. Alasannya media sosial itu akan melakukan alokasi sumber daya pada peranan dan strategi yang berfokus pada AI.
Nama lain yang masuk dalam gelombang PHK bulan ini adalah Autodesk. Pembuat software desain memecat sekitar 1.000 orang atau 7% dari keselurhan karyawan.
Terakhir adalah perusahaan penyedia layanan internet Angi yang merumahkan 350 orang dalam putaran PHK Januari ini. Mengutip Business Insider, perusahaan melakukan pemecatan dalam rangka efisiensi AI.
"Untuk mengurangi biaya operasional dan mengoptimalkan struktur organisasi dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang," jelas Angi.
"Pemangkasan pekerja dilakukan dengan mempertimbangkan peningkatan efisiensi yang didorong AI," ucap perusahaan.
Bukan hanya teknologi, sektor lain juga terdampak badai PHK. Nike, misalnya, dikabarkan memutuskan memecat 775 karyawan. Dampak terbesar berada di pusat distribusi yang ada di Tennessee dan Missipi.
Selain itu juga ada Citigroup. Kabarnya perusahaan memangksa sekitar 1.000 pekerja. Kebijakan ini telah diumumkan sebelumnya dua tahun lalu dan sebagai bagian dari pengurangan jumlah karyawan mencapai 20 ribu orang.
(fab/fab)