MARKET DATA
Internasional

Raksasa Logistik PHK Massal, Pangkas 30.000 Pegawai

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
28 January 2026 14:25
Boxes of some of the first shipments of the Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccines are transported on the tarmac Sunday, Dec. 13, 2020, at Capital Region International Airport in Lansing, Mich., before they're loaded onto a UPS cargo jet to be distributed nationwide. (Matthew Dae Smith/Lansing State Journal via AP)
Foto: AP/Matthew Dae Smith

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa logistik asal Amerika Serikat, United Parcel Service (UPS), berencana memangkas hingga 30.000 pekerja pada tahun ini. Hal ini diambil sebagai langkah strategis untuk menekan biaya operasional perusahaan.

Direktur Keuangan UPS, Brian Dykes, menyampaikan bahwa pemotongan ini akan menyasar posisi operasional dan dilakukan melalui skema alami serta program pengunduran diri sukarela.

"Terkait biaya semi-variabel, kami memperkirakan akan mengurangi posisi operasional hingga 30.000 jabatan," ujar Brian Dykes dalam panggilan konferensi pendapatan perusahaan pada Selasa (27/1/2026) waktu setempat.

Dykes menjelaskan bahwa langkah ini akan dicapai melalui atrisi, dan pihaknya berencana menawarkan program pemisahan sukarela kedua bagi pengemudi purna waktu. Selain pengurangan tenaga kerja, perusahaan yang berbasis di Atlanta ini juga akan menutup puluhan gedung operasional pada semester pertama tahun 2026.

"Hal ini akan dicapai melalui atrisi, dan kami berharap dapat menawarkan program pemisahan sukarela kedua untuk pengemudi penuh waktu," tambah Dykes saat merinci upaya efisiensi tersebut.

Strategi penghematan ini juga melibatkan modernisasi jaringan melalui penerapan teknologi otomatisasi di seluruh fasilitas UPS yang saat ini memiliki total 490.000 karyawan di seluruh dunia. Dykes menyebutkan bahwa langkah lain yang diambil UPS untuk mengurangi biaya mencakup rencana penutupan dua lusin gedung pada paruh pertama tahun 2026 dan upaya untuk "menerapkan otomatisasi" di seluruh jaringan.

Keputusan besar ini merupakan bagian dari percepatan konsolidasi fasilitas seiring dengan kebijakan perusahaan untuk mengurangi volume pengiriman paket dari raksasa e-commerce Amazon.

CEO UPS, Carol Tome, mengungkapkan bahwa upaya konsolidasi yang telah dilakukan selama setahun terakhir telah membuahkan hasil signifikan bagi kesehatan finansial perusahaan. Carol Tome mengatakan bahwa perusahaan berhasil menghemat US$3,5 miliar (Rp58,8 triliun) tahun lalu sebagai bagian dari upaya konsolidasinya.

Target jangka panjang UPS pada tahun 2025 adalah memangkas pengiriman pesanan Amazon hingga 50% pada paruh kedua tahun 2026, yang sebelumnya juga telah memicu pemangkasan 20.000 pekerja pada April 2025.

(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bangun Ekosistem Logistik Efisien, Pos Indonesia Dukung KDMP


Most Popular
Features